Pemkab Blitar Siap Sukseskan Swasembada Daging

Blitar, koranmemo.com-Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar butuh melakukan banyak pekerjaaan untuk mewujudkan kebijakan pemerintah pusat yakni menuju swasembada daging. Salah satunya yang dilaksanakan yaitu melakukan pelayanan kesehatan hewan terpadu dan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (UPSUS SIWAB) yang dilaksanakan di Desa Panggungrejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar, Rabu (2/8).

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyukseskan swasembada daging. Kita mempunyai populasi sapi potong 189.000, dalam kegiatan ini kita melakukan sedikitnya sesuai target 60.000 ekor yang dicek status reproduksinya, diantaranya dibagi 4 golongan yakni normal tidak bunting, bunting, tidak bunting tetapi bisa diobati dan tidak bunting tidak normal tetapi tidak bisa diobati,” kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Drh Yuda Satya Wardhana, Rabu (2/8).

Menurutnya, untuk mewujudkan swasembada daging Indonesia, Pemerintah Kabupaten Blitar serta pihak swasta harus bergandengan tangan mendukung program-program berkapasitas nasional maupun skala provinsi dengan menggiatkan peternak lokal untuk lebih produktif sehingga pasokan daging dapat mandiri.

Program upaya khusus sapi induk wajib bunting yang menjadi program strategis nasional, cukup mujarab dalam menambah populasi sapi yang ada di Kabupaten Blitar. Pada 2017, kata dia, Pemerintah pusat memberikan tugas dengan target pengelolaan 60.000 sapi betina siap bunting.

Dari pantauan di lapangan antusias masyarakat yang ingin mendapatkan kesehatan hewan ternaknya sangat luar biasa, terbukti dari kegiatan yang baru dilaksanakan kurang lebih pemilik sapi ternak potong sebanyak 86 sapi .

Sementara itu, Kasi P3H Drh Nanang Miftahudin juga menjelaskan, upaya yang dilakukan ini sebagai bentuk kesehatan hewan untuk pencegahan, pengendalian  penyakit hewan agar hewan produksi daging ini bisa memberikan manfaat yang berguna bagi ekonomi masyarakat.

Salah satu warga setempat bernama Subandi (40) mengaku sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan dan memantau kesehatan hewan ternaknya. “Ini menjadikan kita sebagai pemilik hewan tetap sehat dan tidak mempunyai masalah terkait kesehatan hewan, selain itu agar bisa produksi lebih baik lagi, ” imbuhnya. (adv/rif)

Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.