Pemilu Serentak Kemungkinan Baru Akan Dilaksanakan Tahun 2027

Share this :

Jakarta, koranmemo.com – Kemungkinan pemilu serentak yang awalnya dijadwalkan pada tahun 2024 kemungkinan akan diundur sampai tahun 2027. Wacana itu dikatakan oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional, Selasa (23/6).

Sebelumnya, pemilu serentak yang dijadwalkan pada tahun 2024 akan meliputi pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemilihan presiden (Pilpres), dan pemilihan legislative (Pileg). Wacana untuk menunda penyelenggaraan ini hingga tahun 2027 sendiri masih dipikirkan lebih dalam oleh pemerintah dan DPR RI.

Hal ini seiring dengan revisi Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu yang masih dalam proses. “Sepertinya akan diundur lagi pilkada dan pemilu serentaknya pada 2027,” kata Ilham dikutip dari CNN Indonesia.

“Saat ini pemerintah bersama DPR RI masih menggagas, merancang, atau merencanakan Undang-Undang terkait format pilkada dan pemilu yang tepat untuk diterapkan,” tambahnya.

Mengenai penyelenggaraan pemilu serentak, pemerintah sendiri masih harus melakukan banyak evaluasi terhadap pelaksanaan teknis di lapangan. Berkaca pada penyelenggaraan pilpres tahun 2019 lalu yang bersamaan dengan pileg, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mendapatkan beban kerja yang berlebihan.

Tercatat, sebanyak 5.175 petugas KPPS yang menangani proses pemungutan suara jatuh sakit akibat beban yang berlebihan tesebut. Sedangkan untuk petugas KPPS yang meninggal dunia bahkan mencapai 894 petugas.

Terkait pelaksanaan pilkada serentak yang menjadi rencana besar Indonesia, pemerintah telah melakukan hal ini sejak tahun 2015 lalu. Sebanyak 269 daerah telah melakukan pilkada secara serentak waktu itu.

Selanjutnya, kegiatan pilkada serentak ini kembali dilakukan pada tahun 2017 dan 2018 lalu. Tercatat, sebanyak 101 daerah menjalani pilkada serentak pada 2017 dan sebanyak 171 daerah pada 2018 lalu.

Menurut Undang-Undang Pilkada, penyelenggaraan pilkada tahun 2020 merupakan pilkada serentak terakhir sebelum pemilu serentak tahun 2024. Sehingga, kepala daerah yang terpilih pada pilkada 2020 hanya akan menjabat sampai 2024.

Sedangkan kepala daerah yang terpilih pada tahun 2017 dan 2018 akan tetap menjalani masa jabatannya sesuai ketentuan yang ada. Sehingga daerah yang seharusnya menyelenggarakan pilkada pada tahun 2022 dan 2023 sementera waktu akan digantikan oleh pelaksana tugas yang ditunjuk oleh pemerintah.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya