Pemilik Lesehan Jadi Bandar Sabu, Barang Dari Lapas Madiun

Jombang, koranmemo.com – Tim Khusus Satuan Reserse Narkoba Polres Jombang menangkap seorang pemilik rumah makan lesehan, Fanto Dwi Wardono (38), Sabtu (30/9) sekitar pukul 00.30 WIB. Ini karena warga Dusun Balongsuruh Desa Balonggemek Kecamatan Megaluh ini terbukti menjadi bandar narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu.

Dari penangkapan ini petugas menyita sabu seberat 33,79 gram dan beberapa barang bukti lainnya. Yang mengejutkan, sabu diperoleh duda satu anak ini dari salah satu narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Madiun.

Hak tersebut disampaikan Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto saat rilis kasus di mapolres setempat, Senin (2/10) siang. “Penangkapan dilakukan oleh timsus yang kami bentuk untuk mewujudkan Jombang bebas narkoba. Barangnya dari Lapas Madiun,” kata Agung kepada wartawan.

Agung menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya yang memunculkan nama FDW sebagai pemasoknya. Kemudian, petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli sabu.

“Setelah terjalin komunikasi melalui HP (handphone), maka disepakati bertemu di suatu lokasi. Ketika pelaku muncul, maka petugas melakukan penyergapan yang kemudian dilanjutkan melakukan penggeledahan di rumah FDW. Dari sini anggota menemukan barang bukti sabu seberat 33,79 gram,” beber Agung.

Dengan adanya fakta narkotika diperoleh dari Lapas, Agung berharap agar adanya peningkatan pengawasan terutama penggunakan HP di lapas. “Kami berharap stakeholder terkait agar memperketat jangan ada pemilikan HP yang bisa mempermuda komunikasi napi dengan pihak luar,” tandasnya.

Sementara, Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Hasran menambahkan, selain sabu seberat 33,79 gram, dari penggeledahan petugas juga menyita sebuah timbangan elektrik, satu bungkus gula batu, uang tunai Rp 500 ribu, satu bungkus plastik klip kosong, dua kartu ATM, satu unit HP Blackberry, satu unit mobil Nissan March S 1523 ZA serta satu unit sepeda motor merek Yamaha Mio.

“Gula batu ini digunakan tersangka untuk mengoplos sabu dengan perbandingan 4:1. Dimana 4 sabu berbanding 1 gula batu. Ada unsur penipuannya juga. Dalam perkara ini pelaku kami jerat Pasal 114 (2) Jo Pasal 112 (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.