Pemberdayaan Ekonomi, DP5A Surabaya Beri Tali Asih Penderita Hydrocephalus

Share this :

Surabaya, koranmemo.com – Dian Oktavia (21), bersama sang buah hati yang menempati rumah kontrakan berukuran 2×6 meter di Jalan Jojoran, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng Surabaya mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lewat Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), terkait penyakit yang dideritanya yaitu, hydrocephalus.

Pemberian bantuan tersebut, dilakukan oleh Kepala Dinas (Kadis) DP5A Kota Surabaya, Chandra Oeratmangun dengan didampingi Camat Gubeng, bersama pihak Kelurahan Airlangga Surabaya.

“Kita mendatangi warga tersebut sesuai petunjuk dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan memberikan bantuan berupa tali asih kepada pihak keluarga. Namun, buah hati Dian Oktavia sejak mulai lahir sebetulnya pihak Puskesmas Mojo terus memberikan pendampingan dan bayinya. Bahkan, mendapatkan bantuan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) serta Program Keluarga Harapan (PKH). Kami lakukan intervensi bantuan berupa pemberdayaan ekonomi kepada saudari Dian agar kedepan dapat mandiri secara ekonomi,” ujar Chandra Oeratmangun, Selasa (3/12).

Diungkapkan, ananda Dian mengaku kedepan ingin dapat menjalankan wirausaha dengan menjaga sang buah hati. Maka, pihak Pemkot Surabaya menyiapkan intervensi pemberdayaan ekonomi kepadanya. “Kami kedepankan Dian harus mandiri dengan kuat secara ekonomi dan dia keinginannya bisa berjualan online, maka itu kita siapkan semua,” jelasnya.

Dipastikan, selain melalukan pendampingan pemberdayaan ekonomi, pihaknya terus memonitoring dengan kondisi psikologis ananda Dian, dan juga Tim Psikolog dari Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Surabaya bersama pihak Puskemas terus lakukan pendampingan, pemantauan, dan pengawalan, psikologis beserta bayi sang buah hatinya.

“Kita lakukan penyerahan tali asih bersama dari Puskesmas Mojo dan Puskesmas Gunungsari. Sehingga, semua teknis pendampingan secara langsung tersambungkan,” tutur Chandra Oeratmangun kepada koranmemo.com.

Chandra menambahkan untuk saat ini kondisi psikologis ananda Dian sudah mulai membaik, karena banyak bantuan juga dari berbagai pihak. “Kami berharap akan dapat menunjang upaya maksimal kedepannya untuk lebih membaik dalam wirausaha mandiri ekonomi,”pungkasnya.

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu