Pembayaran Tunjangan Anggota DPRD Akan Dirapel

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten Madiun akan merapel pembayaran tunjangan anggota DPRD setempat. Mulai tunjangan transportasi, perumahan dan tunjangan kemampuan keuangan daerah.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun Rori Priambodo, mengatakan tertundanya pembayaran tunjangan itu karena masih menunggu hasil appraisal. Ini menyusul adanya Permendagri Nomor 7 tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah.

“Hanya perlu penyesuaian nilai appraisalnya karena ada regulasi baru.  Jadi, nanti pembayarannya dirapel dua bulan langsung. Agustus dan September,” kata Rori Priambodo, Senin (4/9).

Menurut Rori, tunjangan perumahan untuk appraisal yang tercantum dalam 18 PP Nomor 18 Tahun Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, hanya memuat tanah dan bangunan.
Berbeda dengan rumah dinas yang memuat nilai appraisal sekalian dengan perabotannya.

Dimana, untuk ketua DPRD nilainya sama dengan Bupati Madiun dengan 750 meter persegi tanah dan 300 meter persegi. Wakil DPRD seluas 500 meter persegi tanah dan 250 meter persegi bangunan. Sedangkan anggota DPRD seluas 350 meter persegi tanah dan 150 meter persegi bangunan. ‘’Tidak butuh waktu lama. Drafnya sudah ada,’’ jelasnya.

Sementara tunjangan kemampuan keuangan daerah harus menunggu evaluasi dari Gubernur Jawa Timur. Yakni terkait dengan klasifikasi keuangan daerah pemkab Madiun. Dimana, tahun lalu, Kabupaten Madiun masuk dalam klasifikasi tinggi. Namun, tahun ini belum diketahui masuk klasifikasi tinggi, rendah atau pun sedang. “Pemkab Madiun kini masih menunggu perhitungan dari Pemprov Jatim,” ujarnya.

Sedangkan tunjangan transportasi masih menunggu diundangkannya Peraturan Bupati (perbup). “Prinsip anggaran sudah dialokasikan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2017 ini. Dan sesuai aturan, pembayaran itu maksimal tiga bulan pasca perda diundangkan,’’ pungkasnya.

Reporter: Juremi

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *