Pembangunan Jembatan Ploso Mandek

Share this :

Menteri Minta Tuntaskan Pembebasan Lahan

Jombang, Koran Memo – Terhentinya proyek pembangunan jembatan baru Ploso, membuat pemerintah pusat mendesak Pemerintah Kabupaten Jombang untuk segera menyelesaikan pembebasan lahan. Sebab, hingga saat ini baru tiga tiang pancang yang sudah rampung dikerjakan sejak pertengahan tahun 2014. Sementara, pembangunan konstruksi lainnya mangkrak tak tergarap akibat belum selesainya proses pembebasan lahannya.

Jembatan baru ploso yang pembangunannya masih terhenti karena terkendala pembebasan lahan (agung/memo)
Jembatan baru ploso yang pembangunannya masih terhenti karena terkendala pembebasan lahan (agung/memo)

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Jombang, Sabtu (20/2). Dia mengatakan, terhambatnya pembangunan jembatan baru Ploso bukan lantaran tidak adanya biaya. Tapi lebih disebabkan karena permasalahan belum tuntasnya upaya pembebasan lahan terdampak proyek.

’’Pembangunan jembatan baru Ploso memang terhenti dan saat ini baru selesai tiga tiang. Itu karena pembebasan lahan yang belum tuntas,’’ ujarnya, di sela kegiatan peresmian rumah susun (rusun) khusus santri Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Kepuhdoko  Kecamatan Tembelang.

Dia menambahkan, tahun kemarin ada puluhan miliar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang tidak terserap. Hal ini disebabkan, karena terhentinya proyek pembangunan jembatan baru Ploso. ’’Tahun kemarin, ada Rp 23 miliar yang tidak terserap karena pembangunan tidak dapat dilaksanakan,’’ tambahnya.

Basuki meminta, Pemkab Jombang segera menyelesaikan upaya pembebasan lahan. Mengingat pembangunan tersebut juga untuk kebutuhan masyarakat Jombang sendiri. ’’ maka kami meminta beliau ini (Bupati, red) ini untuk segera menyelesaikan pembebasan lahannnya. Karena menurut saya, kalau bahasa kerennya itu lebih cepat lebih baik,’’ jelasnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono (agung/memo)
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono (agung/memo)

Ditanya soal target kapan pembangunan jembatan yang digadang-gadang dapat mengurai kemacetan di jalur yang menghubungkan Kabupaten Jombang dengan Kabupaten Tuban dan Bojonegoro ini, Basuki kembali melimpahkan target tersebut kepada pemkab Jombang. Mengingat kendala yang dihadapi adalah belum bebasnya lahan terdampak proyek yang sudah direncanakan sejak tahun 2012 itu. ’’Sekali lagi, itu tergantung pembebasan lahannya,’’ tandas Basuki.

Sementara itu, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sudah mematok deadline proses pembebasan lahan jembatan baru Ploso ini. Menurutnya, proses pembebasan lahan bisa diselesaikan tahun 2016 ini. ’’Target kami tahun ini sudah selesai semua,’’  ujarnya.

Bupati menambahkan, hingga saat ini kurang dari 15 persen dari jumlah lahan terdampak di bagian selatan sungai yang menjadi tugas pemkab Jombang dalam proses pembebasannya.  ’’Jumlahnya sekitar 6 bidang yang belum selesai dibebaskan,’’ tambahnya.

Masih menurut Nyono, selama ini yang menjadi kendala yakni ada warga yang enggan melepaskan tanahnya untuk kelanjutan proyek, lantaran belum ada titik temu antara pemerintah dengan pemilik lahan perihal harga appresial yang sudah ditetapkan pemerintah. ’’Mereka (warga terdampak) minta Rp 2 juta permeternya. Sedangkan harga dipasaran tidak sampai segitu. Nah ini yang menjadi kendala,’’ pungkas Bupati. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date