Pembagian Los Korban Kebakaran Pasar Pon Besok Diundi

Trenggalek, koranmemo.com – Pembagian los untuk para pedagang terdampak kebakaran Pasar Pon Kabupaten Trenggalek di tempat relokasi segera diundi. Rencananya, pengundian lokasi tempat berjualan sementara itu akan dilakukan Senin (3/9). Pengundian lokasi tempat berjualan para pedagang pasca relokasi akan dilakukan dengan sistem zonasi.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengatakan, pembagian los secara zonasi itu untuk menghindari gesekan antar pedagang. Pembagian los pedagang menyesuaikan kategori dagangan yang dijual. “Kami menargetkan Senin sudah bisa dilakukan pembagian keplek (kartu anggota,red) dan nanti segera diundi per zonasi. Jadi antar pedagang emas dengan pedagang emas, gerabah dengan gerabah, dan lain sebagainya,” kata Emil kepada koranmemo.com.

Untuk relokasi para pedagang, akan ditempatkan di area terminal kol dan halaman Pasar Basah, yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Pon. Pemkab berasumsi dengan menyediakan 501 los berukuran 2 X 2 meter itu mampu menampung jumlah ratusan pedagang yang terdampak kebakaran. “Ada 501 los yang bisa kami siapkan. Konversi kalau tadinya dia punya kios, kios itu disamakan dengan los. Semua inginnya sama, tetapi tidak bisa tertampung semua,” jelasnya.

Berdasarkan perencanaan sesuai surat perintah kerja (SPK) yang disepakati, relokasi para pedagang korban kebakaran di pasar seluas 1,2 hektare ditargetkan memakan waktu selama 90 hari. Namun pemkab beroptimis relokasi dapat rampung selama satu bulan pasca SPK ditandatangani. “Sekarang fokus yang pertama adalah dalam kurun waktu tempo satu bulan ini relokasi harus berjalan dengan tertib dan adil,” pungkasnya.

Data yang dihimpun pada Rabu (29/8) sekitar pukul 21.00 WIB jumlah pedagang yang sudah mengadu di posko pengaduan sebanyak 480 orang dengan total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 71 miliar. Jumlah pedagang itu yang menempati 703 bangunan yang terdiri dari 633 los dan lapak serta 70 kios di pasar yang rencananya akan direvitalisasi 2019 mendatang.Para pedagang yang terdampak kebakaran itu direncanakan akan menempati lokasi itu selama 1,5 tahun.

Berdasarkan perencanaan, pembangunan pasar seluas 1,2 hektare yang sebelumnya terbakar itu ditargetkan rampung Desember 2019. “Kami punya waktu dengan masa lelang dan pembangunan kurang lebih sekitar 1 tahun, di tahun anggaran 2019. Kalau terhitung saat ini kurang lebih mereka akan ada ditempat relokasi kurang lebih 14 bulanan lebih,” kata Wabup Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat meninjau lokasi pasar beberapa waktu lalu.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date