Digelar Saat Pandemi, Pelatihan Pengelola Warung Makanan di Kediri Tanpa Sesi Praktik

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Sebanyak 40 orang pengelola warung makanan mengikuti program pembinaan warung desa sehat berbasis pangan lokal. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dan diversifikasi pangan lokal ini diselenggarakan dua kali di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri.

Karena digelar saat situasi pandemi covid-19, kegiatan yang diadakan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) kali ini berbeda dengan pelatihan-pelatihan sebelumnya. Jika biasanya pelatihan diakhiri dengan sesi praktik, namun kali ini tidak dilakukan agar peserta tidak berkerumun dan harus sesuai dengan standart protokol kesehatan.

Disiplin menerepkan protokol kesehatan di Kabupaten Kediri sangat peting, mengingat pandemi di Kabupaten Kediribelum berakhir meski daerah ini sekarang sudah masuk zona oranye. Bahkan para peserta pelatih jugga sangat disiplin menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Untuk pemakaian masker, ini sangat disiplin. Hal ini bisa dilihat dari peserta yang hadir termasuk cheff-nya yang taat memakai masker. Demikian juga dengan upaya menjaga jarak, baik peserta maupun panitia sangat disiplin melaukan.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Pemkab Kediri Beri Bantuan Kursi Roda untuk ODKB

Dalam pelatihan tersebut peserta mendapat beragam materi olahan makanan yang sehat, higienis dan dengan bahan yang mudah didapat seperti donat ubi, martabak tahu serta nasi bakar dengan aneka isi.

Menurut Ririn Suhaerini, Kasi Konsumsi Penganekaragaman dan Pengembangan Lokal DKPP, kegiatan ini bertujuan agar menu dagangan yang dijual di warung lebih variatif, sehat dan higienis.

“Selain memberikan menu makanan sehat, kami juga memberikan materi tentang manajemen warung tradisional agar bisa menghasilkan laba yang tinggi, meskipun bahan dasar makanan yang dijualnya murah,” kata Ririn.

Baca Juga: Warga Terdampak Pandemi di Kab. Kediri Terima Bantuan dari Pemerintah

Ririn berharap dengan pelatihan ini, olahan pangan lokal dapat dikembangkan oleh pemilik warung. Sehingga kedepannya tidak kesulitan lagi karena bahan-bahan dalam pelatihan ini sangat mudah didapat.

“Selain memberikan rekomendasi menu, dalam pelatihan ini juga diberikan materi tentang tampilan menu yang cantik dan menarik minat pembeli serta cara pemasaran makanan,” tambah Ririn.

Cheff Budi sebagai narasumber pelatihan mengatakan, para pemilik warung tidak akan kesulitan karena ketiga menu tersebut sangat mudah dibuat.

Editor Achmad Saichu