Pelanggan Pertanyakan Dana Hibah PDAM

Share this :

Nganjuk, koranmemo.comMasyarakat di Kabupaten Nganjuk mempertanyakan dana hibah tahun 2017 untuk pemasangan baru pelanggan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Pasalnya, sampai kini pelanggan masih harus membayar biaya pemasangan, meskipun nilainya terbilang lebih kecil.

Informasi yang dihimpun koranmemo.com, PDAM Kabupaten Nganjuk sejak 2014 lalu, setiap tahunnya mendapatkan hibah dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) untuk pemasangan pelanggan baru. Pada tahun 2017, PDAM menargetkan 2000 pelanggan baru, yang didanai dari hibah Kementerian PUPR dan Kementerian keuangan.Sampai akhirnya target 2000 pelanggan untuk hibah tahun 2017 sudah terpenuhi. Bahkan, direktur PDAM Nganjuk meminta tambahan ke Jakarta, sebanyak 210 pelanggan karena permintaan masyarakat.

Namun lantaran pelanggan masih harus membayar pasca adanya hibah dari pemerintah tersebut, maka hal inilah yang menuai pertanyaan di kalangan masyarakat.

Seperti diungkapkan Priyono, warga Desa Petak Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, yang merupakan pelanggan baru PDAM. Ia mengaku tidak mengetahui jika ada bantuan hibah dari APBN. Ia pun menjadi pelanggan karena ada pemasangan baru dengan harga murah.

“Saya malah tidak tahu kalau ada hibah dari APBN. Alasan saya berlangganan PDAM karena ada pemasangan baru dengan harga murah. Lalu kemana arah bantuan dari pemerintah itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Nganjuk, Tirto saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya menyampaikan, penarikan Rp 250 ribu untuk pelanggan baru itu sah sesuai aturan dan mekanisme hibah. Untuk pelanggan yang mendapatkan hibah adalah pelanggan yang listrik rumahnya maksimal 1300 VA, dan juga sanggup membayar iuran bulanan air, serta sanggup membayar pemasangan baru.

“Itu sudah sesuai aturan dari Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan. Diharapkan masyarakat dapat pro aktif atas program hibah ini, karena akan dikucurkan sampai tahun 2019,” jelasnya.

Reporter : Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu