Pelaku Vandalisme Diringkus Aparat Saat Hendak Lakukan Aksi Kedua

Tulungagung, Koranmemo.com – Polres Tulungagung berhasil mengamankan pelaku vandalisme yang dilakukan di perempatan Rs Lama Tulungagung pada saat euforia penolakan omnibus law beberapa waktu lalu. Pelaku yang yang berjumlah 6 orang berhasil diamankan saat akan melakukan aksi serupa di barat RSUD dr. Iskak Tulungagung pada Sabtu, (10/10).

Polres Tulungagung juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 buah pilok, 1 mal, kuas, cat dan lem. Pada saat melancarkan aksinya, pelaku kerap menggunakan simbol-simbol anarko. Pada setiap aksinya, para pelaku menyematkan coretan yang bertujuan provokatif serta dianggap meresahkan masyarakat.

“Sementara yang berhasil kita amankan ada 6 orang, dan masih ada 6 lagi yang masih dalam proses pencarian. Dari 6 orang yang kita tangkap masih anak dibawah umur dengan usia 15-16 tahun, 2 di antaranya berusia 18 tahun,” kata WakaPolres Tulungagung, Kompol Yhogi Hadi Setyawan, Minggu (11/10).

Menurut Yhogi, berdasarkan interogasi awal, para terduga pelaku mengaku hanya sekedar iseng dalam melancarkan aksinya tersebut. Tak hanya itu, terduga pelaku juga mengaku tidak tahu menahu atas makna dari simbol anarko serta tidak bergabung kepada kelompok anarko.

“Maksudnya, mereka itu tidak memiliki kartu anggota atau anggota tetap secara tertulis. Mereka cuma ikut-ikut saja karena mendapat informasi sudah berhasil mencoret-coret dinding di Perempatan RS Lama. Jadi mereka berencana melakukan aksi selanjutnya.” imbuhnya.

Saat ditanya apakah para terduga pelaku melakukan aksi tersebut sebagai konteks dari penolakan omnibus law. Kompol Yhogi mengaku sebenarnya coretan yang mereka lakukan tidak hanya bertuliskan tentang penolakan omnibus law. Melainkan terdapat tulisan vandalisme lain yang sudah sering dilakukan.

“Tulisan yang dulu sudah pernah dilakukan dan semua pelaku vandalisme sering lakukan seperti All Cop All Bastard, DPR As* dan lain-lain,” jelas Yhogi.

Lanjut Yhogi. sebenarnya, pihaknya tidak anti terhadap kelompok apapun. Namun jika ditemukan kelompok yang bersifat provokatif, pencemaran nama baik, dimana membuat masyarakat tidak nyaman atau resah, sehingga hal itu menjadi concern dari Polres Tulungagung.

“Mereka memang mengaku tidak tau apa itu anarko dan lain-lain. Tapi nyatanya yang sering kita jumpai, para pelaku vandalisme yang menggunakan konten anarko yang mereka tulis sama semua,” ungkap Yhogi.

Untuk itu, saat ini Polres Tulungagung masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Namun karena pelaku masih di bawah umur, sehingga sebagai langkah awal, pihaknya menghadirkan orang tua dan kepala sekolah dari masing-masing anak untuk dilakukan upaya terhadap orang tua dan pihak sekolah dalam membimbing anak-anak. Pihaknya juga menegaskan untuk tidak dilakukan penahanan dikarenakan masih anak dibawah umur.

“Kita periksa dulu, untuk penahanannya belakangan. Kemungkinan besar tidak kita tahan karena masih anak-anak. Tujuannya biar tidak kontra produktif, ketika kita lakukan penegakan hukum yang kuat namun rupanya adik-adik ini hanya ikut-ikut dan iseng,” tutupnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Della Cahaya