Penambahan Jam Buka Ditolak, Pelaku Usaha THM di Madiun Kecewa

Madiun, koranmemo.com – Pelaku usaha Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Madiun merasa kecewa dengan kebijakan Wali Kota Madiun Maidi. Pasalnya, permohonan kelonggaran jam operasional seperti halnya pedagang kaki lima (PKL) sampai pukul 00.00 WIB ditolak.

Humas Paguyuban Tempat Hiburan Malam (Patahima) Kota Madiun Brama Sandi mengaku sudah melayangkan permohonan kelonggaran operasional THM ke Pemkot Madiun, namun kandas.

“Dari OPD terkait, sudah oke,  karena alasan peningkatan ekonomi. Namun pada saat surat naik ke Sekda, ternyata ditolak,” ujar Brama Sandi, Selasa (13/10).

Menurutnya, pihaknya hanya minta penambahan jam operasional disamakan seperti PKL dan mediasi bersama Walikota Madiun. “Kita ikuti prosedur dari Pemkot. Tapi kenapa PKL kok bisa sampai jam 12 kita kok gak bisa?” ujarnya.

Baca Juga: Disperikan Kabupaten Madiun Akan Evaluasi Kekurangan Pupuk Subsidi

Kendati belum dikabulkannya permintaan dari Patahima, mereka mengaku telah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan di lingkup THM baik dari karyawan dan pengunjung.

“Untuk THM masih belum ada pelonggaran dan masih akan dilakukan evaluasi,” kata Agus Poerwo Widagdo, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun.

Baca Juga: Tak Disiplin, THM di Madiun Belum Diizinkan Buka

Disinggung mengenai kapan akan diberikan kelonggaran kepada THM, Agus masih belum bisa memastikan dan masih akan dilakukan evaluasi di setiap minggu. Pun, ia mengatakan masih belum ada rencana untuk pengumpulan pihak THM dengan alasan pembatasan masa pandemi Covid-19. “Tanggapan dari patahima yang mendesak boleh saja, namun hasil evaluasi kita sementara masih tetap sampai pukul 10 malam,” pungkasnya.

Reporter: Juremi
Editor: Della Cahaya