Pelaku Tak Dihadirkan, Subdit Indagsi Polda Jatim Sita Daging Sapi serta Kerbau Import & Lokal

Share this :

Surabaya, koranmemo.com – Subdit I Tipid Industri Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkapkan tindak pidana penyimpanan atau peredaran daging sapi serta kerbau import dan lokal yang tidak memenuhi sanitasi pangan.

Petugas menyita sebanyak 5,549 Kg daging sapi import, 740 Kg daging kerbau import, 1.000 Kg kikil sapi lokal yang masing-masing di kemas dalam kardus, dan 3 kepala sapi lokal, serta sarana 1 unit truk win box freezer bernopol N-9704-DL untuk dijadikan sebagai barang bukti. Pelaku berinisial SWR asal Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur tak dapat dihadirkan pihak Penyidik Subdit Indagsi Polda Jatim lantaran masih menjalani pemeriksaan penyidikan pengembangan kasus tersebut, saat berlangsung nya konferensi pers, Kamis (4/7).

Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin, didampingi Kasubdit Indagsi AKBP Ambariyadi Wijaya, dan Kabid Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Provinsi Jatim Juliani Poliswari menjelaskan pengungkapan kasus perdagangkan daging sapi dan kerbau baik import dan lokal yang tidak memenuhi sanitasi pangan merupakan hasil penyelidikan Tim Satgas Pangan yang bekerja sama dengan pihak Dinas Peternakan Provinsi Jatim,” ujar AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Kamis (4/7/2019).

Dijelaskan, pelaku merupakan pemilik UD. SMN yang mana diduga telah menjual atau memperdagangkan daging sapi dan kerbau. “Pelaku mendistribusikan daging sapi dan kerbau import asal negara Australia, dan juga daging lokal,” tutur mantan Kapolres Probolinggo ini.

Dikatakan, yang bersangkutan melakukan pelanggaran dengan tidak memiliki nomor kontrol veteriner (NKV). Yang padahal, semua unit usaha produk asal hewan harus memiliki nomor kontrol veteriner.

“Hal demikian tidak memenuhi syarat. Dikarenakan, unit usaha produk hewan tersebut, ada yang bernomor kontrol veteriner bisa ada di’cold storage’-nya, dipengolahannya. Dan disini kita bersama Dinas Peternakan Provinsi Jatim mengaudit di cold storage-nya,” jelas AKBP Arman Asmara kepada koranmemo.com.

Selain itu sambungnya, daging import ini belum mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan, Bidang Kesehatan masyarakat veteriner. Bahkan NKV harus disematkan kepada produk makanan, khususnya impor.”Jadi Intinya, untuk sebagai penjaminan keamanan pangan maka ada dasar untuk pada higenisanitasinya,” imbuh Arman.

Ditambahkan, atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 135, Jo Pasal 71 ayat (2), Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang pangan.

Reporter M Fauzi

Editor Achmad Saichu