Pelaku Pengeroyokan Ditangkap, Tiga Orang Masih DPO

Jombang, koranmemo.com – Aparat Polsek Peterongan menangkap ZS (30) Kamis (28/11) sekitar pukul 15.00 WIB, pertigaan kecamatan lama, Kecamatan Peterongan.

Ini lantaran warga RT 25/RW 03 Dusun Pajaran Desa/Kecamatan Peterongan tersebut diduga melakukan pengeroyokan terhadap Cholik (44), warga Dusun Kalangan Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan.

Kapolsek Peterongan AKP Sugianto menjelaskan, aksi pengeroyokan terjadi Jumat (24/5) lalu. Dalam kasus ini, pihaknya masih memburu tiga orang lagi yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan.

“Tiga orang sudah kami kantongi identitasnya, dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Sugianto, Kamis (28/11) malam.

Dikatakan Sugianto, aksi pengeroyokan terhadap korban bermula padaJumat (24/5) sekitar pukul 17.30 WIB dipertigaan kecamatan lama, dimana korban tergesa-gesa menyeberang jalan, sehingga diumpat dengan kata (Jan**k) oleh pelaku yang merupakan jasa penyeberangan jalan (pak ogah, red).

Karena saat itu keburu maghrib tiba, korban tidak menghiraukan umpatan tersebut, dan terus melaju pulang. Sekitar pukul 18.15 WIB, korban kembali ke lokasi, untuk menanyakan maksud pelaku mengumpat korban.

“Kemudian pelaku malah berkata kepada korban “koen nantang ta” (kamu nantang ya, bahasa jawa). Yang kemudian memanggil tiga temannya, lalu mengeroyok dengan cara memukul, menendang beberapa kali hingga mengenai kepala dan badan, sehingga menyebabkan korban luka robek di bibir, pelipis mata, pipi kanan dan hidung. Bahkan ada satu pelaku memukul menggunakan senter lalu lintas hingga pecah,” papar kapolsek.

Akibat aksi pengeroyokan ini, lanjut Sugianto, korban jatuh dan ditolong oleh saksi bernama Imam Buchori (39), warga Dusun Mancar Timur Desa Mancar Kecamata peterongan. Selanjutnya, korban melaporkan aksi pengeroyokan yang ia alami, ke Polsek Peterongan.

Dari sini unit reskrim melakukan penyelidikan, dan baru berhasil menangkap satu pelaku 6 bulan kemudian yakni ZS, Kamis (28/11). Selain itu turut diamankan barang bukti pecahan senter lalu lintas dalam kondisi pecah.

“Atas perbuatannya, ZS dijerat Pasal 170 ayat 2 ke- 1 KUHP, tentang pengeroyokan,” pungkas Kapolsek Peterongan.

Reporter Agung Pamungkas
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date