Pelaku Pembunuh Pelajar Ditembak

Tulungagung, Koran Memo – Satreskrim Polres Tulungagung berhasil melumpuhkan pelaku pembunuhan lain terhadap pelajar SMA PGRI 1 Tulungagung Bima Olga Yogantara Rahayu (18). Pelaku yakni Toni Rogum alias Polem (25) warga Dusun Beji Lingkungan II Desa/Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, berhasil ditangkap pada Senin (27/04) di area kebun sawit Desa Dadahup Kecamatan Kapuasmurung Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. Pelaku yang hendak melarikan diri berhasil dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki kirinya. Dan kini pelaku berada di Mapolres Tulungagung guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Tulungagung AKBP Bastoni Purnama melalui Kasubag Humas AKP Hartoyo membenarkan dengan adanya penangkapan pelaku pembunuhan terhadap pelajar SMA PGRI 1 Tulungagung. Pelaku ditangkap di wilayah Kalimantan tengah, petugas terpaksa melumpuhkan pelaku menggunakan timah panas karena hendak berusaha melarikan diri ketika dilakukan penangkapan.
“Petugas terpaksa melumpuhkan kaki pelaku, karena hendak melarikan diri ketika ditangkap,” katanya.

Kemudian, pelaku tibadi Mapolres Tulungagung pada Selasa (28/04) sekitar pukul 22.00 WIB, saat ini pelaku masih dalam proses penyidikan petugas. Berdasarkan hasil dari penyidikan, pelaku berperan sebagai pembantu bukan eksekutor. Dia terpaksa membantu Kukuh yakni sebagai otak dari pembunuhan pelajar tersebut, karena mendapat ancaman dari Kukuh jika tidak menuruti kemauannya dia akan dihabisi atau dibunuh sekalian.

“Toni nekat membantu menghilangkan nyawa yoga, karena mendapat ancaman dari Kukuh. Untuk sementara ini petugas masih melakukan penyidikan guna mengetahui motif sebenarnya dari aksi pembunuhan tersebut” terangnya.

Berdasarkan pengakuan Toni, sebelum melakukan aksi tersebut, dirinya berada di kamar kost Kukuh, dari situ Kukuh mengajak Yoga untuk pestaminuman keras (miras). Yoga pun bertandang memenuhi ajakan Kukuh.

“Kami bertiga sebelumnya minum–minuman di kamar kos Kukuh. Kemudian setelah selesai kami bertiga pergi keluar naik sepeda motor berboncengan bertiga,” aku Toni.

Usai pesta miras di kamar kost, mereka bertiga keluar menuju kawasan Luksongo (tikungan Sembilan-red) didaerah Kalidawir, dari pengakuan Toni, ia dipaksa oleh Kukuh untuk menghabisi nyawa Yoga. Karena Toni menolak, aksi pembunuhan terhadap Yoga akhirnya gagal.

Selanjutnya, mereka menuju bangunan bekas Pabrik Gula (PG) Kunir. Ditempat itulah nyawa Yoga melayang setelah dicekik oleh pelaku yang tak lain adalah temannya sendiri.“Saya hanya memegang yoga dari belakang, Kukuh yang memukul perut korban, lalu mencekik leher korban hingga meninggal,” jelas Toni.

Toni mengaku tidak berani menolak permintaan Kukuh, karena jika dirinya tidak menuruti kemauan Toni untuk membunuh Yoga, maka dirinyalah yang akan dihabisi oleh Kukuh. Toni mengaku tidak tahu pasti alasan Kukuh tega menghabisi nyawa Yoga. Dirinya hanya tahu bahwa Kukuh memiliki dendam pribadi kepada Yoga. “Hanya itu yang saya tahu, saya menyesal dan meminta maaf kepada keluarga Yoga,” ucapnya sambil menunduk.

Seperti yang diberitakan, Bima Olga Yogantara Rahayu (18) warga Desa Purworejo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung diketemukan oleh 3 pelajar SMP dengan kondisi sudah tidak bernyawa didalam kamar kecil yang berada di gudang eks PG Kunir Ngunut pada Sabtu (14/02) sekitar pukul 12.50 WIB.

Kondisi korban ketika diketemukan dalam posisi setengah tengkurap ke kiri, dengan kepala mengalami memar dengan warna seperti kehitam – hitaman, serta menimbulkan aroma yang tidak sedap. Saat mayat korban ditemukan tidak ditemukan identitas apapun, hanya memakai celana kain warna coklat serta kaos warna hitam.  Dengan adanya kejadian tersebut ketiga bocah melaporkan ke satuan pegamanan (satpam), saat dilakukan pemeriksaan, ternya ditemukan sosok mayat yang sudah membusuk.

Korban tewas karena dibunuh, karena ditemukan jeratan tali ravia pada leher korban. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Mapolsek Ngunut guna proses penyelidikan. (den/Jb)