Pelaku Curanmor Ditembak

Sita 55 Motor Curian Tangkap 8 Pelaku Lainnya

Jombang, koranmemo.com –  Aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang biasa beroperasi di Jombang dan beberapa kabupaten yang berbatasan dengan Jombang. Dalam operasi penangkapan yang dilakukan 5 Oktober 2016 lalu, polisi berhasil menangkap 6 eksekutor dan 3 orang penadah barang curian. Selain itu polisi menyita 55 unit sepeda motor hasil curian di wilayah Jombang dan sekitarnya. Bahkan, salah satu pelaku terpaksa ditembak kedua kakinya lantaran melawan saat akan ditangkap.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto mengatakan, pengungkapan sindikat ini berawal dari maraknya kasus curanmor selama Juni -September 2016. Mereka setidaknya beraksi di 8 TKP yang mayoritas rumah kos, teras rumah warga dan sejumlah lokasi pusat keramaian di Kota Santri.

Antara lain di Desa Bawangan Kecamatan Ploso, Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Desa Tampingmojo Kecamatan Tembelang, Desa Sidokaton Kecamatan Kudu, tempat parkir sisi barat Stadion Jombang, Desa Tambakberas Kecamatan Jombang Kota, Desa Bongkot Kecamatan Peterongan dan Desa Plandi Kecamatan Jombang Kota.”Sebetulnya mereka dulunya satu kelompok. Namun kini terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing memiliki spesalisasi sasaran. Komplotan ini terdiri dari 9 orang tersangka, 6 orang sebagai pemetik (eksekutor) langsung di TKP dan 3 penadah. Dari dua sindikat ini kami dapatkan barang bukti 55 unit kendaraan roda dua berbagai jenis dan merk,” kata Agung, dalam rilis kasus di Mapolres, Rabu (12/10).

Agung memaparkan, enam tersangka yang berperan sebagai eksekutor adalah Budi Santoso (39) danSugeng Santoso (24), warga Desa Tengaran Kecamatan Peterongan, Alam Sanjaya Putra (25), warga Desa/Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro yang ditembak kakinya karena melawan, serta Ari Wicaksono (26), Ahmad Zainuri (29), dan Hendrik Santoso (24), ketiganya asal Desa Kedungotok Kecamatan Tembelang. Sementara ketiga penadah adalah Hendri Suparlan (48) dan Warjito (37), asal Desa/Kecamatan Plandaan serta Zaenul Arifin (46), asal Desa Karangmojo Kecamatan Plandaan.

Berdasarkan jumlah motor curian yang disita, lanjut Agung, dua sindikat ini tak hanya beraksi di Kabupaten Jombang. Mereka juga menyasar daerah sekitar, seperti Nganjuk, Kediri, Bojonegoro, Mojokerto, dan Blitar. Selain menyita 55 sepeda motor, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 2 buah kunci T, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion bernopol S 4696 ZL milik pelaku dan dua senjata tajam berupa parang dan pisau. “Modus operandinya cukup istimewa, sindikat pertama spesialis di tempat keramaian memanfaatkan kelengahan korban. Sindikat ke dua di tempat sepi, seperti minimarket dan kos-kosan. Mereka memakai kunci T dan senjata tajam untuk mengancam korban jika ketahuan,” terangnya.

Dari pengakuan para tersangka dalam pemeriksaan, tambah Agung, puluhan sepeda motor hasil curian itu akan dipasarkan ke beberapa daerah di Jawa Timur. Sindikat ini tergolong sadis lantaran tak segan menyakiti korban dengan senjata tajam saat aksi mereka ketahuan. Bahkan, salah seorang pelaku terpaksa dilumpuhkan kedua kakinya dengan timah panas lantaran melawan petugas saat akan ditangkap.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Ancaman pidananya maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Agung. (ag)