Pelaksanaan Hari Kedua Razia Masker,  Pengendara Tak Pakai Masker di Jombang Capai Puluhan Orang

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Puluhan pengendara motor dihentikan petugas Gabungan kepolisian bersama TNI serta Satpol-PP karena melanggar protokol kesehatan Covid-19. Karena tidak memakai masker, mereka angsung disidang di perempatan Alun-alun Kabupaten Jombang, Selasa (15/9) sore.

Dari pantauan di lapangan, puluhan petugas gabungan tersebut membuat barisan di sejumlah titik perempatan alun-alun di Jalan Diponegoro, Jalan KH Ahmad Dahlan serta Jalan yang mengarah ke Jalan Gubernur Suryo, guna menghadang para pengendara yang melalaikan protokol kesehatan. Selain itu, mereka juga melakukan penilangan kepada para pengendara motor maupun mobil yang melanggar aturan berkendara. Mulai dari tak memakai helm ataupun bagi pengendara muda tidak membawa surat-surat lengkap maupun kendaraannya tidak memakai plat nomor atau bodong.

Dalam sidang tersebut, bagi warga yang tidak memakai masker langsung dikenakan saksi denda administratif Rp50 ribu oleh petugas kehakiman Pengadilan Negeri Jombang.

Pelaksanaan Hari Kedua Razia Masker, Pengendara Tak Pakai Masker di Jombang Capai Puluhan Orang

Sementara itu, menurut Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho, pelaksanaan kegiatan razia masker di hari kedua ini, dilaksanakan dua kali dalam sehari  baik itu mulai pagi atau siang dan malam hari. Untuk sasarannya perorangan yang tidak memakai masker di luar rumah dan para pemuda yang sedang nongkrong di kedai kopi atau warung kopi di pinggir jalan.

“Bagi mereka yang tidak bermasker akan kami kenakan sanski sidang di pengadilan dengan waktu yang ditentukan. Dari hasil penindakan sekarang ini kurang lebih seperti hari kemarin, telah menindak puluhan orang (65 warga) yang tidak mentaati aturan berkendara dan tidak memakai masker,” ungkap AKBP Agung kepada awak media saat berada di lokasi penindakan di alun-alun Jombang, Selasa (15/9).

Kapolres Jombang berharap dengan adanya penindakan kali ini, pihaknya bersama rekan-rekannya media bisa menginformasikan hal ini agar masyarakat bisa lebih mentaati protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Dengan begitu, edukasi seperti ini bisa membuat perubahan untuk tetap antisipasi bahaya penyebaran Covid-19. Pelaksanaan razia ini, kami juga memberikan masker bagi para pengendara yang sudah dilakukan sidang ditempat. Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga masa pandemi ini selesai,” terangnya.

Menurut Ahmad Jazuli, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, razia tersebut tak lain juga menindaklanjuti Inpres 6/2020 dan Perda Jatim 2/2020 yang kemudian di-breakdown dalam Pergub 53/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Kami bersama tim GTPP Jombang yang diketuai Bupati Jombang juga berperan aktif bersama TNI POLRI beserta Satpol-PP serta Hakim beserta anggota PN Jombang, dalam melaksanakan kegiatan razia masker, mulai dari melakukan penindakan di jalan raya maupun mengunjungi sejumlah tempat-tempat keramaian seperti di cafe,” papar Jazuli.

Terpisah, Ketua PN Jombang, Murtoyo juga menyebut razia akan dilakukan secara berkala. Jika warga diketahui pernah melanggar dan belum jera, nominal denda bisa saja ditingkatkan sesuai perkara yang dilanggar. Bahkan, bakal ada sanksi sosial yang diberikan.

“Kalau mereka melanggar nanti KTP warga kita ambil untuk selanjutnya mengikuti sidang di pengadilan sesuai waktu yang ditentukan. Pelaksanaan ini akan kita lakukan sampai situasi pandemi virus di Jombang sudah mereda,” pungkasnya.

Reporter: Taufiqur Rahman

Editor: Della Cahaya