Pelaksanaan Coklit di Ngawi Bermasalah

Ngawi, koranmemo.com – Pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pilkada Ngawi bermasalah. Pasalnya, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) memasang stiker salah.

 Harusnya stiker yang dipasang di setiap rumah, Pilkada digelar 9 Desember 2020 namun dipasang stiker lama tertanggal 23 September 2020.

Pelanggaran itu ditemukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ngawi dihampir seluruh wilayah. “Kami sangat menyayangkan atas kegiatan coklit ini. Mengapa masih ada sticker tanggal 23 September 2020, ini membingungkan masyarakat,” kata Ketua Bawaslu Ngawi Abjudin Widiyas Nursanto, Minggu (2/8).

Pihaknya merasa prihatin, lantaran diyakini sebelumnya sudah ada bimbingan teknis (bimtek) yang diberikan KPU bagi PPDP. Namun, fakta lapangan masih saja bermasalah.

Termasuk, masalah adanya PPDP yang tidak menerapkan protokol kesehatan dalam coklit. “Masalah ini tetap jadi temuan dan akan kita proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Ngawi Prima Aquenia mengakui jika masih menggunakan stiker sosialisasi Pilkada yang lama yakni tanggal 23 September 2020. Lantaran, sudah terlanjur pengadaan barang, namun terkena wabah covid-19.

“Kita masih menggunakan tanggal yang lama 23 September dan itu tidak hanya dibahan striker tetapi juga di bahan lainnya. Terlanjur pengadaan barang dan tidak bisa dibatalkan,” ujarnya.
Meski demikian, langkah dilakukan yakni dengan mencoret atau menutup tanggal yang lama. Hal itu sesuai surat dari KPU RI. “Langkahnya kita akan meminta untuk mengganti stiker tersebut dan menutupi atau dicoret,” tandasnya.

Reporter Andika Abdilah/Juremi

Editor Achmad Saichu