Pelajar Jadi Bidikan Bandar Narkoba 

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung menyatakan bahwa tingkat penyalahgunaan narkoba kini sudah merambah para pelajar di tingkat SMP. Hal itu diungkapkan oleh Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Djoko Purnomo, usai acara forum komunikasi anti narkoba berbasis media online di Hotel Istana kemarin.

Djoko menjelaskan di tahun ini pihaknya mendapatkan aduan dari salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Marmer tentang sikap dan perilaku 24 siswanya, yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba. Dari situ pihak BNNK melalukan tes urine di sekolah tersebut, namun sayang ketika pelaksanaan tes urine di sekolah itu dari 24 anak yang dicurigai hanya ada 16 siswa yang mengikuti.

Sedangkan delapan anak lainnya melarikan diri. Hasil tes urine cukup mengejutkan. Satu di antara 16 siswa, dinyatakan positif narkoba. “Setelah kita lakukan assesment, ternyata siswa yang bersangkutan mengakui. Dia mengkonsumsi dobel L,” katanya.

Pemeriksaan berlanjut. Siswa berjenis kelamin pria itu mengaku masih ada sisa dobel L yang disimpan di almari, di rumahnya. Tim BNNK bersama pihak sekolah pun menemukan pil itu. Orang tua siswa kaget, anaknya memakai narkoba. Sebelumnya, orang tua sempat curiga dengan obat itu. Namun, anaknya berdalih itu merupakan vitamin agar kuat ketika berolahraga. “Dari hasil assasment terhadap siswa tersebut, maka kami lakukan rehabilitasi,” jelasnya

Djoko menegaskan pihaknya sudah memetakan sekolah-sekolah yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba. Namun, Djoko enggan memberikan penjelasan secara detail. Dia hanya mengisyaratkan berada di daerah pinggiran. “Di sekolah pinggiran, nomor dua di wilayah kota,” jelasnya.

Penyalahgunaan narkoba, lanjut Djoko, disebabkan kurangnya perhatian orang tua. Itu karena kesibukan ataupun orang tua yang sudah cerai sehingga anak kurang mendapat kasih sayang.

Berdasarkan data BNNK, sejak awal 2018 hingga Juli ini, sudah ada 48 anak yang direhabilitasi. Sedangkan pada 2017 sejumlah 120 anak. Semuanya rehabilitasi rawat jalan. Artinya setiap seminggu sekali, anak-anak itu datang ke BNNK untuk mendapatkan pengobatan. Selain itu ada tiga orang yang direhab di RSJ Lawang Malang. Itu karena sudah tingkat kecanduan yang dinilai tinggi. Karena itulah butuh rehabilitasi yang lebih maksimal. Rehabilitas selama enam bulan, meliputi rehab medis dan sosial.

Reporter: Deny Trisdianto

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date