Pekerja Seni dan Hiburan Demo, Ini Tuntutan Mereka

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Ratusan massa dari kalangan pekerja seni dan hiburan demo di Kabupaten Jombang,  di pendopo kabupaten setempat, Senin (20/7) pagi. Mereka meminta Bupati Jombang segera memberlakukan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB), agar mereka dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala.

Pengamatan wartawan di lokasi aksi, massa yang datang merupakan pelaku usaha bersinggungan dengan hajatan pernikahan dan lain sebagainya. Ada kalangan perias, sound sistem, penyanyi hingga master of ceremony (MC).

Massa yang datang juga membawal truk maupun pikap, yang telah diberi tambahan muatan sound sistem. Mereka juga membentangkan poster dan sepanduk berisi tuntutan.

Seperti “Bu Bupati Izinkan Kami Tanggapan Ben Isok Bayar Angsuran”,  hingga tulisan berisi sindiran “Cukup Atiku yang Ambyar, Job ku jangan”. Mereka mengawali aksi dengan memadati jalanan sekitaran alun-alun kota setempat.

Aksi ini cukup menarik lantaran mereka yang berlatar belakang sebagai penyanyi, ikut bergabung dengan massa aksi, dengan dandanan yang menarik, layaknya hendak pentas di panggung.

“Kami menuntut hak kami. Kami minta agar diperbolehkan beraktivitas kembali seperti semula. Kita akan patuhi aturan yang diberlakukan,” kata Suci Astika (23), salah satu penyanyi asal Jombang, diwawancarai wartawa di sela aksi demo.

Baca Juga: Audiensi Puluhan Pekerja Seni dengan Ketua DPRD Kab. Kediri 

Menurut Suci, sejak adanya kebijakan pembatasan aktivitas disaat pandemi covid-19 seperti saat ini, dia sama sekali tidak menerima job manggung. Untuk mencukupi kebutuhan, ia terpaksa menjual barang-barang berharga miliknya.

Tak heran, lantaran sebelum pandemi melanda, Suci Astika mengaku bisa mengantongi hasil menyanyi dari panggung ke panggung hingga ratusan ribu rupiah. “Semoga segera bisa manggung kembali,” sambung Suci.

Sementara itu, Muntasir, Ketua Paguyuban Sound sistem Jombang (PSJ) kepada wartawan mengatakan, dalam keterangannya, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mengatakan, akan membuat petunjuk teknis (Juknis) untuk kegiatan keramaian atau hiburan di masa pandemi covid-19.

Juknis tersebut nantinya mengatur kegiatan hajatan hingga hiburan. “Insyaallah nanti kita buatkan juknis, karena di Perbup 34 (Tentang pengendalian covid-19 di Jombang) itu masih secara umum saja. Kalau sudah jadi juknisnya, nanti mereka kita undang lagi,” pungkas bupati setelah menemui perwakilan massa.

Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu