Peduli Peserta Tes CPNS di Kediri, Ini Yang akan Dilakukan Plt Wakil Wali Kota Blitar Santoso

Blitar, Koranmemo.com  – Plt Wakil Wali Kota Blitar Santoso berharap agar peserta yang mengikuti seleksi CPNS di Kabupaten Kediri agar tidak berlaku curang. Pasalnya  jika curang bakal berakibat fatal.

“Proses seleksi ini diawasi langsung oleh pemerintah pusat. Kalaupun ada yang curang harus siap menanggung risikonya,” kata Santoso, Sabtu (15/02).

Santoso mengatakan sebagai bukti keseriusannya dalam memantau pelaksanaan tes, rencananya Minggu (16/02) dirinya bersama rombongan dari Pemkot Blitar bakal meninjau pelaksanaan tes di  Simpang Lima Gumul Kediri.

Pemantauan itu sebagai bukti bahwasanya Pemkot Blitar peduli dengan peserta yang mendaftar sebagai calon abdi negara di Kota Patria. “Iya, Insyaallah kami bersama rombongan akan cek pelaksanaan tes di Kediri. Kota Blitar tesnya di Kediri,” katanya.

Sementara itu, ada 5.390 peserta yang mengikuti seleksi tes Seleksi Kemampuan Dasar atau SKD di Kediri. Peserta mengikuti tes selama empat hari. Nah untuk antisipasi adanya joki, Badan Kepegawaian Daerah atau BKD Kota Blitar  bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk mendeteksi para joki yang akan beraksi.

 “Kami imbau kepada orang tidak bertanggungjawab (Joki) untuk hati-hati. Panitia sudah menyiapkan tenaga dari dispendukcapil yang bisa mendeteksi peserta yang tidak sesuai dengan data kami,” jelas Kepala BKD Kota Blitar Suyoto.

Suyoto menjelaskan, peserta yang disinyalir tidak sesuai dengan identitas yang dimiliki panitia maka harus menjalani pengecekan melalui iris mata dan sidik jari.  “Tetapi jika ditemukan indikasi tidak cocok dan data tidak mendukung, kami serahkan ke pihak berwenang,” katanya.

Nantinya tidak semua peserta akan menjalani pengecekan tersebut. Sebelum ujian, semua peserta akan dikumpulkan di ruang tunggu. Mereka akan dipanggil bertahap oleh tim verifikasi.

Sesuai rencana, hari ini ujian SKD digelar di kawasan Gumul, Kediri. Ujian dimulai pukul 07.30 dengan dibagi lima sesi ujian. Rata-rata setiap sesi diikuti sekitar 280 peserta. Pelaksanaan berlangsung dengan ketat.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi

Editor Achmad Saichu