Pedagang Miras Oplosan Maut di Blitar Akhirnya Dibekuk Polisi

Share this :

Blitar, koranmemo.com – MK, pedagang miras oplosan yang mengakibatkan beberapa nyawa di Kademangan meninggal dibekuk Polres Blitar. Petugas juga menangkap 31 pedagang miras lain dengan barang bukti ratusan botol miras berbagai jenis dan puluhan liter miras oplosan.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani mengatakan para penjual miras ini mendapatkan alkohol dari toko SR di Jalan Anggrek Kota Blitar. Dari keterangan MK ini petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan melakukan pengamanan terhadap pemilik toko SR.

“Pemilik toko SR sudah kami amankan. Masih kita lakukan pemeriksaan, apakah statusnya sebagai saksi atau tersangka,” ungkap AKBP Ahmad Fanani, Jumat (8/5/2020).

Petugas kepolisian sudah melakukan pemeriksaan di laboratorium terhadap minuman keras yang dibuat MK. Hasilnya, diketahui miras tersebut mengandung 75 persen alkohol, dicampur air tawar dan sari rasa. Sementara pemilik toko mengaku, jika mendapatkan pasokan alkohol dari wilayah Sidoarjo.

“Penyidik sudah berangkat ke sana untuk pengembangan penyelidikan,” tegas AKBP Aad Fanani.

Dari rumah MK, polisi tidak mendapati barang bukti. Sedangkan dari 31 penjual miras yang juga membeli di toko SR, diamankan sebanyak 280 miras berbagai jenis, dua jurigen miras oplosan yang terdiri satu jurigen berisi 30 liter dan 10 liter. Kemudian 101 botol besar dan 18 botol kecil miras oplosan.

MK mengaku mendapatkan keuntungan penjualan miras oplosan ini Rp 12 ribu per botol. Dalam sehari, rata-rata ada tiga pembeli yang datang dengan beragam permintaan bahan lain sebagai oplosan atau campuran.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa warga Kecamatan Kademangan meninggal akibat over dosis miras. Polisi menyatakan, dari dua jenazah yang diautopsi di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar terbukti tewas akibat over dosis minuman keras. Sedangkan lima lainnya yang dilaporkan, belum bisa dibuktikan penyebab kematiannya.

“Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi,” tegas AKBP Ahmad Fanani.

Reporter Nuramid Hasyim
Editor Achmad Saichu