Pedagang Keluhkan Proyek Pasar Sawahan

Nganjuk, koranmemo.com – Pasar Sawahan yang berada di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, saat ini sedang dalam proses pembangunan total. Namun proyek tersebut dikeluhkan para pedagang lantaran kurang sosialisasi. Bahkan, banyak pedagang tidak kebagian tempat relokasi lantaran tidak disediakan secara baik.

Keluhan salah satunya disampaikan Suparjan, warga Dusun Sempu Desa/Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Pedagang pasar ini mengeluh tidak kebagian tempat karena harus adu cepat dengan pedagang lain. Menurutnya, sosialisasi yang diberikan kepada para pedagang hanya asal-asalan tanpa memperhatikan nasib para pedagang.

“Saya gak kebagian tempat karena harus cepet-cepetan. Harusnya kalau mau dibangun ya tempat relokasi disediakan dengan baik. Jadi terpaksa saya tidak jualan, sehingga kini tidak ada pemasukan sama sekali,” keluhnya.

Menurutnya, pembangunan proyek pasar ini tidak memiliki persiapan yang baik. Hal itu terlihat dari banyaknya pedagang yang memenuhi sekeliling area pasar, hingga ke pinggir jalan sampai membuat lalu lintas macet setiap pagi.

“Meski tidak jualan karena tidak kebagian tempat, saya sewa harian tetap berjalan. Kan harusnya pemerintah memperhatikan nasib pedagang,” tukasnya.

Lebih jauh, Suparjan mengeluh sosialisasi yang dilakukan kepada para pedagang pasar sangat mendadak. Bahkan, ia terpaksa membuang uang secara sia-sia karena terlanjur melakukan pembangunan tempat selep di atas tanah milik pengairan yang berdempetan dengan warung miliknya.

“Ini saya baru membangun tempat selep di atas tanah milik pengairan dua bulan lalu. Padahal orang pasar juga tahu kalau saya lagi membangun, jika ada sosialisasi kan saya gak harus membuang uang secara percuma seperti ini. Otomatis bangunan ini tidak terpakai,” jelasnya sambil menunjukkan bangunan yang dimaksud.

Suparjan mengatakan jika selama ini para pedagang banyak yang mengeluh, namun tidak memiliki keberanian untuk menyampaikan protes. Ia mencontohkan seperti sistem pembagian kios pasca renovasi pasar. Pedagang berharap pembagian nanti harus jelas, tidak menggunakan sistem lotre karena rawan menimbulkan gejolak.

“Pembagian harus sesuai izin tempat yang tertulis dalam buku. Dulu per petak ukuran 4 kali 2,5 meter, tapi sekarang diganti 2,5 kali 2 meter. Itu kan merubah buku lagi. Intinya sistem pembagian harus jelas,” tandasnya.

Untuk diketahui, pekerjaan konstruksi pembangunan Pasar Sawahan, sesuai tender direncanakan selesai dalam 70 hari kalender. Pelaksana proyek adalah PT. Visicom dengan Pengawas CV. Titian Cahaya Consultan, dengan menelan APBD sebesar Rp 5,9 miliar lebih.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date