Pasca Terungkapnya Kasus Ayam Tiren, Ini Imbauan DKPP Kota Blitar

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Ini menjadi pelajaran bagi konsumen berhati-hati dalam mengkonsumsi ayam. Pasalnya jika tidak teliti dalam membeli dan akhirnya menkonsumsi ayam mati kemarin atau tiren, malah membahayakan tubuh.

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, Sabtu (11/01).  “Ayam tiren mati tanpa melalui proses pemotongan sesuai standar,  tidak ada darah yang keluar dari tubuh. Ini menyebabkan ayam cepat busuk. Ini tidak higienis dan tidak memenuhi kriteria mutu,” katanya.

Menurutnya, ayam yang mati tidak melalui proses pemotongan jelas membahayakan. Karena mengandung racun atau toksin yang sangat membahayakan tubuh manusia jika dikonsumsi. Selain itu mengandung virus dan bakteri bahaya. “Jelas angat bahaya bagi manusia. Menimbulkan penyakit zoonosis. Penyakit menular ke manusia, ini berbahaya,” kata dokter berjilbab ini.

Nah, jika tubuh kena racun, maka gejala yang ditimbulkan berupa diare dan muntah-muntah. Gejala bisa dirasakan secara langsung atau jangka panjang. “Jika dirasakan langsung itu terindikasi zoonosis,” katanya.

Dewi mengaku kaget dengan penjualan ayam tiren yang dibongkar Satrekrim Polres Blitar Kota di wilayah Sukorejo pada Kamis (9/1) lalu. Saat itu, dirinya langsung dihubungi kepolisian untuk dimintai keterangan sebagai ahli.

Saat itu, kepolisian juga meminta dinas untuk memeriksa kandungan dari ayam tiren tersebut. “Waktu itu, kami bawa sampel dua ekor ayam ke laboratorium untuk diperiksa. Hasilnya, ayam sudah dalam kondisi mati dan belum disembelih,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini belum ada temuan di pasar terkait penjualan ayam tiren. Masyarakat pun bisa mengenali ciri-ciri ayam tiren secara kasat mata. “Secara fisik, ayam tiren berwarna kebiruan. Berbau busuk karena darah tidak keluar. Tapi jika sudah diolah (dimasak) itu sulit dikenali,” tandas Dewi.

Dewi meminta kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan teliti dalam membeli ayam potong. Jika memang ditemukan ada kejanggalan masyarakat bisa langsung melaporkan. “Meski harganya murah, inilah yang harus diwaspadai masyarakat. Kami juga sudah lakukan pembinaan kepada pedagang ayam,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Blitar Kota membongkar praktik curang penjualan ayam tiren (mati kemarin) di wilayah Sukorejo, Kamis  (09/1).

Dua pelaku berhasil dibekuk. Keduanya adalah Imam Waluyo dan Antok Susono warga Jalan Jati, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. Keduanya bersekongkol meraup keuntungan dari praktik curang itu. Modusnya, pelaku menjual ayam tiren dengan cara diolah menjadi ingkung ke masyarakat. Polisi masih memburu satu pelaku yang diduga memasok ayam tiren tersebut. Wilayah penjualannya di Malang.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi

Editor Achmad Saichu