Pasca SPBU Sinduro Terbakar, Pasutri Pemilik Mobil Carry Diperiksa

Ponorogo, koranmemo.com – Kasus terbakarnya, SPBU Sinduro di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Surodikraman Kecamatan Ponorogo, terus diselidiki oleh pihak Polres Ponorogo.

Bahkan, Pasangan Suami Istri (Pasutri) pemilik mobil Carry AD 9082 CG, Sumali (52) dan Lilik (40) warga Desa Joho Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri, langsung diperiksa Sat-Reskrim Polres Ponorogo.

Dari pantuan wartawan di Sat-Reskrim Polres Ponorogo, Sumali yang sebelumnya sempat dirawat di RSU Muslimat Ponorogo lantaran menderita luka bakar akibat kejadian ini, datang bersama sang istri Lilik (40) dengan kawalan ketat petugas dan langsung memasuki ruang penyidik Unit 4 Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat-Reskrim Polres Ponorogo sekitar pukul 12.00, Senin (24/6) siang.

Penyidik tampak memeriksa kedua Pasutri ini seputar terbakarnya SPBU nomor : 54.634.03, yang dipicu oleh konsleting listrik di mobil miliknya tersebut.” Pemilik mobil kita mintai keterangan sebagai saksi sementara ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko.

Sementara itu, Tim Labfor Polda Jatim yang dipimpin oleh Kompol Agus Santosa langsung melakukan olah TKP di SPBU milik Yanti (60) warga Kelurahan Nologaten Kecamatan Ponorogo itu. Dari hasil olah TKP yang dilakukan petugas Labfor sekitar 2 jam itu, petugas memastikan api berasal dari mobil Carry milik Sumali dan Lilik tersebut.

Bahkan, Ketua Tim Labfor Polda Jatim Kompol Agus mengungkapkan, bahwa tanki mobil telah dimodifikasi sebelumnya. Hal ini dikuatkan dengan keberadaan Sanyo (mesin pompa air.red) yang ditemukan petugas terhubung langsung pada tangki mobil.

 Diduga mesin ini digunakan untuk menyedot BBM jenis premium dari dalam tangki ke Jeriken yang telah disiapkan di dalam mobil.” Kalau api dipastikan berasal dari Mobil. Kita temukan mesin Sanyo yang terhubung ke tangki utama dengan pipa. Mesin ini diduga untuk memindahkan BBM Premium dari tangki ke jeriken,” ujarnya.

Agus menambahkan, tidak hanya mesin Sanyo yang diamankan petugas, sejumlah kabel dari dalam mobil juga disita. Selanjutnya barang bukti ini akan diteliti untuk mengungkap pemicu pasti korsleting listrik di dalam mobil.” Kita amankan untuk kita teliti. Hasilnya akan kita sampaikan 1 minggu lagi ke Polres Ponorogo,” ungkapnya.

Pemilik SPBU Sinduro Yanti, mengaku merugi hingga Rp 1 miliar akibat kejadian ini. Ia mengungkapkan, sebelum kejadian Sumali dan Lilik telah ditegur untuk tidak mengisi BBM di-SPBU-nya, lantaran kedua pasutri ini kerap mengisi berulang-ulang kali dalam jumlah besar.

” Mereka ini sudah dilarang ngisi disini. Tapi ngeyel suka nyuri-nyuri kalau tidak ada manajer mereka maksa ngisi. Padahal mereka ini sudah ngisi di beberapa SPBU. Kalau kita rugi sampai Rp 1 miliar, ” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date