Pasca Perayaan Hari Jadi, Istri Bupati Trenggalek Ajak Organisasi Wanita Bersihkan Sampah

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Permasalahan sampah masih menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, namun tak sepenuhnya membuahkan hasil positif tanpa peran semua pihak termasuk masyarakat. Selain pemerintah, masyarakat juga memiliki andil besar dalam mengatasi permasalahan sampah.

Peran masyarakat dalam pengelolaan sampah diantaranya adalah tidak membuang sampah sembarangan. Kepedulian masyarakat terhadap kebersihan menjadi modal utama selain menyediakan sarana dan prasarana (sarpras) di tempat umum. “Peduli dengan lingkungan di awali dari diri kita sendiri,” kata Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini, Senin (2/9).

Kepedulian akan kebersihan itu diwujudkan istri Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dengan mengikuti bersih-bersih sampah pasca perayaan hari jadi Trenggalek ke 825. Ia juga mengajak TP PKK, DWP, GOW dan Perwosi untuk membantu petugas PKPLH membersihkan sampah. “Saya sengaja mengajar mereka, harapannya bisa menjadi pelopor penggerak kebersihan,” imbuhnya.

Mereka membantu petugas membersihkan sampah di seputaran Alun-alun Trenggalek. Kemudian bergeser di beberapa objek wisata seperti Taman Agro Park hingga Hutan Kota. Diawali gerakan ini, Novita Hardini berharap mampu memotivasi serta mengedukasi masyarakat melalui langkah kecil dengan membuang sampah pada tempatnya. “Tentunya lingkungan menjadi sehat,” jelasnya.

Sampah plastik hingga puntung rokok mayoritas mendominasi dari aksi bersih-bersih tersebut. Dua jenis sampah itu menjadi salah satu konsentrasi pemerintah karena sulit terurai. Cara solutif yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis dan kategorinya. “Tentunya dengan demikian kita bisa menjaga kualitas hidup kita,” jelasnya.

Bukan hanya menyoal tentang kebersihan lingkungan. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pentingnya pendidikan PAUD. Dia mengibaratkan pendidikan PAUD adalah pelukis masa depan. Karena diusia itu anak akan mudah menirukan apa yang mereka lihat. “Termasuk edukasi sejak dini bagaimana kita menjaga lingkungan,” kata wanita yang juga Bunda PAUD Trenggalek itu.(Adv)

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu