Pasca Penemuan Mayat Bayi di Caruban, Siswi SMKN Dikeluarkan dari Sekolah

Madiun, koranmemo.com – Siswi SMKN di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun inisial MKI (18) dikeluarkan dari sekolah, lantaran hamil diluar nikah. Hal itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Madiun, Supardi, Minggu (1/12).

Dikatakan, tindakan itu dilakukan karena sesuatu peraturan sekolah. “Berdasarkan peraturan sekolah siswi yang hamil saat menjalani masa pendidikan memang harus dikeluarkan dari sekolah,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah konfirmasi ke sekolah terkait. Kepala Sekolah dan Wali Kelas mencurigai MKI hamil saat bersangkutan akan menjalani praktik kerja industri (prakerin). Namun, kecurigaan terhempas setelah MKI memberikan surat pernyataan negatif hamil.

Bahkan kedua orang tuanya ketika di panggil ke sekolah bersikukuh membantah kecurigaan pihak sekolah.

“Setelah konfirmasi dengan sekolah, rupanya kehamilannya ini sengaja ditutupi, namun pihak sekolah sudah merasa curiga saat dia akan melaksanakan prakerin,” katanya.

Diketahui, Minggu (1/12) siswi SMKN di Caruban itu pendaharahan hebat. Setelah melahirkan bayi di rumahnya di Jln. Semangka, Krajan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun.

Tragis, bayi dilahirkan bungkus dalam plastik kresek dan dimasukkan tas hingga tewas.

Warga langsung heboh dan melaporkan kasus itu ke polisi. MKS kini masih dalam perawatan di RSUD Caruban. Polisi masih melakukan penyelidikan apakah bayi tersebut tewas dibunuh dan atau saat dilahirkan.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date