Pasca Penemuan Batu Kuno Zaman Majapahit, di Kedaton,  Ini Langkah BPCB

Jombang, koranmemo.com – Setelah melakukan pengecekan dan pengukuran bata kuno yang kembali ditemukan di Dusun Kedaton Desa Bulurejo Kecamatan Diwek Jombang beberapa hari lalu, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim segera menindaklanjuti dengan berencana mengkoordinasikan  temuan baru ke Pemerintah Kabupaten Jombang, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Rencananya segera berkoordinasi dengan pihak Pemkab dulu, untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis yang bisa diterapkan. Kita juga belum koordinasi dengan pemilik lahan,” tulis Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, dalam pesan WA, Jumat (29/11) petang.Menurut Wicaksono, pihaknya mengusahakan sesegera mungkin melakukan upaya pelestarian di lokasi ini. Sebab menurutnya, lokasi ini berpotensi untuk digali. “Tapi kembali lagi, saya akan melapor kepada pimpinan, kemudian pimpinan akan segera melakukan koordinasi dengan Bupati Jombang, dan dalam hal ini Disdikbud untuk segera ambil langkah-langkah strategis upaya pelestariannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, struktur bata kuno yang diperkirakan tinggalan masa kerajaan Majapahit, kembali ditemukan di Dusun Kedaton Desa Bulurejo Kecamatan Diwek. Keberadaan struktur bata kuno ini berjarak beberapa ratus meter arah selatan dari temuan sebelumnya yang juga pernah dicek oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, bulan Juni lalu.

Dalam pengecekan, arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan, struktur bata ini menyambung dengan temuan Situs Sugihwaras, tahun 2017. Struktur tersebut terdiri dari 25 lapis bata. Bata penyusun berukuran panjang 32 sentimeter, lebar 18-21 sentimeter, dan tebal bata 5 sentimeter.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date