Pasca Pemilu, Muhammadiyah Harus Jadi Pemersatu

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Pasca Pemilu 2019 ini diharapkan masyarakat indonesia tidak terpecah belah melihat banyak hasutan yang berusaha mengadu domba antar warga Indonesia. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kediri meminta Muhammadiyah berada di tengah – tengah permasalahan ini dan menjadi pemersatu dalam perpecahan itu.

Ketua Umum PDPM Kediri, Mohammad Yusuf Aziz mengatakan, telah melakukan rekonsiliasi pasca pemilihan umum 2019. Pasalnya, kondisi pasca pemilu saat ini harus segera disikapi agar tidak terjadi perpecahan dalam bangsa ini.

“Insyaallah, kita akan senantiasa mengambil jalan sebagai pemersatu. Termasuk hari ini, sebagai salah satu bentuk setelah kita berkontestasi di pemilu yang cukup melelahkan. Ini kita undang semua ada Bawaslu, ada KPU, dan partai untuk rekonsiliasi, untuk kemudian bisa menjaga bersama NKRI dengan suasana yang lebih dingin,” ujarnya, setelah membuka musyarawarah daerah (Musda) ke IX PDPM Kediri, Minggu (28/4).

Lebih lanjut, Aziz melihat proses demokrasi bangsa ini masih terus berjalan dengan arah yang positif. Dia menilai dari proses pemilihan umum 17 April lalu, penyelenggara pemilu sudah menjalankan perannya sehingga masyarakat bertambah banyak untuk menentukan pilihannya.

“Kita juga mengawal proses ini, kita membentuk jaringan pemantau pemilu. Kita tahu bahwa partisipasi masyarakat cukup baik, cukup positif, sehingga prosentasenya tinggi warga yang memberikan hak suaranya. Penyelenggara, seperti KPU, Bawaslu, Kepolisian, TNI, juga berperan aktif disini sehingga apapun hasilnya kita sudah mengarah pada demokrasi yang dewasa,” jelasnya.

Sementara, dengan Musda PDPM tersebut masa bakti Yusuf Aziz akan berganti. Tujuh calon ketua sudah dijaring dan akan memperebutkan kursi ketua umum PDPM Kediri. “Rangkaiannya sudah berjalan sejak kemarin. Dan hari ini tinggal laporan pertanggungjawaban serta pemilihan ketua. Semoga besok sudah selesai,” tandasnya.

Reporter Zayyin multazam

Editor Achmad Saichu