Pasca Pembunuhan Sopir Grab, Ini Kata Kasatreskrim Polres Madiun

Madiun, koranmemo.com – Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro membenarkan, berdasarkan hasil penyelidikan, Mari Hepi istri Darwin Susanto (30) sopir grab asal Nganjuk yang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar ruko kontrakannya Rt 03 Rw 01 Kelurahan Pandean Jalan Panglima Sudirman No 155 Mejayan Kabupaten Madiun, Minggu (11/8) malam memang mengalami gangguan jiwa.

Bahkan, terangnya, yang bersangkutan sudah pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Rejoso Nganjuk. “Dan saat ini pun masih dalam penanganan dokter Karjimin, dokter jiwa Rumah Sakit Ngawi,” ujarnya.

Diketahui, istri sopir grab yang tewas dibunuh itu ternyata sering mengamuk. Berdasar informasi tetangganya, korban dan istrinya Mira Hepi sejauh ini kerap kali cekcok. Diduga karena Mira Hepi memiliki gangguan jiwa. Apalagi warga sekitar juga mendapati istri korban sering mengkonsumsi obat-obatan.

Seperti diungkapkan Rahayu tetangga korban. Rahayu mengaku pihatin dengan kehidupan korban yang selama ini harus pontang-panting mencari nafkah dan merawat sang istri dengan keadaan jiwa yang tidak sehat.

Ia pun sempat menasihati Darwin untuk pindah kontrakan lantaran keadaan istri yang mengalami gangguan jiwa. Kata Rahayu, dirinya pernah menyarankan agar Darwin mencari kontrakan yang lebih nyaman dan lebih sejuk agar tidak memperparah keadaan sang istri.

“Pernah saya nasihati agar mencari kontrakan yang lebih sejuk agar kondisi istri membaik, dia menjawab iya jika nanti sudah memiliki biaya,” katanya kepada para wartawan, Senin (12/8).

Pun lantaran diduga gangguan jiwa, Rahayu pernah suatu saat memergoki Mira Hepi menyeret-nyeret anaknya yang masih kecil di pinggir jalan, bahkan saat ada truk yang sedang melintas anaknya tersebut digelandang begitu saja menyeberang jalan. “Sudah berkali-kali dan diamankan sama Pak Polisi, abis begitu langsung dijemput suaminya. Mira itu sering ngamuk, sering mukul-mukul,” ucapnya.

Jatmiko, yang juga tetangga korban menambahkan, semenjak dua bulan terakhir Darwin menempati kontrakan di Jalan Panglima Sudirman, Caruban pintu kotrakan lebih sering dalam keadaan tertutup. “Kalau suaminya lagi keluar dia itu sering tutup pintunya, kadang kita mikir juga apa nggak pengap padahal kan ada anak kecil di dalamnya,” katanya.

Kata Jatmiko, korban Darwin dinilai sebagai seorang suami bertanggung jawab. Korban, kata Jatmiko, selama ini sering curhat kepadanya.

Masih kata Jatmiko, selain sebagai driver ojek online korban juga mendirikan toko baju di kontrakannya. “Tapi, toko baju yang baru dikelola korban bersama istrinya sekitar dua bulan tersebut jarang buka,” ujarnya.

Reporter : Juremi.

Editor Achmad Saichu