Pasca Nataru, Harga Cabai Melonjak Drastis

Jombang, koranmemo.com РPasca hari libur panjang Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020, harga komoditas cabai melonjak drastis. Terbukti, sejak sepekan terakhir ini harga tersebut naik mencapai lebih dari dua kali lipat dari pada harga sebelumnya di pasar tradisional kota santri.

Menurut seorang pedagang bahan pokok di pasar Pon, Min Ilmi (47) mengaku bahwa, harga cabai untuk sekarang mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Padahal, harga sebelumnya untuk per kilogramnya lebih rendah hanya Rp 28 ribu per kilogramnya.

“Kalau cabai ini memang naiknya semenjak seminggu ini. Untuk cabai rawit biasa sebelumnya harga berkisar Rp 28 ribu sampai 30 ribu per kilogram. Harganya merangkak naik bertahap, mulai Rp 45 ribu hingga naik hampir separuh harga, Rp 50 ribu,” ungkap Ilmi saat ditemui di Pasar Pon, Kecamatan Jombang, Senin (6/1) siang.

Pedagang warga asal Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek ini juga mengatakan, selain cabai rawit. Untuk harga cabai merah besar (cabai keriting) juga mengalami kenaikan cukup banyak, yakni yang sebelumnya Rp 30 ribu per kiloramnya saat ini menjadi Rp 60 ribu per kilogramn.

Menurutnya, kenaikan ini mungkin disebabkan karena faktor cuaca ektrem (hujan angin) terus-menerus, khususnya hujan deras yang mengguyur di sejumlah wilayah Jatim belakangan ini.

“Ya kemungkinan karena hujan, jadi banyak cabai yang gagal panen, dan akhirnya harganya mahal,” paparnya.

Sementara untuk kebutuhan pokok lainnya, seperti sayur mayur diantaranya tomat, bunga kol serta kubis ataupun lainnya, ternyata juga banyak yang mengalami kerusakan (gagal panen). Jadinya, stok yang dibeli pedagang di pasar Induk Pare, Kediri, tak sebanyak sebelumnya, sebab tidak tahan lama atau mudah membusuk.

“Memang cuacanya sekarang ini hujan terus, dan tidak menentu, soalnya terkadang hujan dan terkadang tidak. Jadi beberapa sayur mayur juga gampang busuk,” keluhnya.

Kendati demikian, pedagang pasar pon yang sudah berjualan puluh tahun ini tetap memilih untuk tak mengurangi jumlah pembeli setiap harinya. Dikarenakan, bahan seperti cabai dan sayur mayur ini, tetap selalu menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Ya jumlahnya tetap banyak yang kita pesan. Namun dengan naiknya harga tersebut, terkadang para pelanggan mengeluh,” tutupnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date