Pasca Longsor Susulan, Buka Tutup Jalur Ponorogo-Trenggalek

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com –  Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek dapat diakses kembali pasca terjadi longsor tepatnya di KM 16 di Desa Nglinggis Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek, Jumat (24/8) pukul 20.00 wib.

Meskipun dapat diakses, namun untuk sementara ini jalan nasional itu dibuat sistem buka tutup. Sistem buka tutup itu diterapkan lantaran terjadi longsor susulan, Sabtu (25/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat ini proses evakuasi material longsor masih terus berlangsung.

Iptu Bambang Purwanto, Kapolsek Tugu mengatakan ada puluhan petugas gabungan yang diterjunkan untuk membantu mengatur arus lalu lintas (lalin) yang melambat akibat terhambat material longsor. Rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup itu diterapkan hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

“Untuk jalan tersebut sudah bisa dilalui namun dengan sistem buka tutup. Sampai kapan kami belum tahu karena pengerjaan (pelebaran jalan, red) masih terus berlangsung,” jelasnya saat dikonfirmasi koranmemo.com.

Dia menyebut, sebelumnya terjadi longsor susulan pasca proses evakuasi berlangsung. Oleh sebab itu, untuk menghindari kemungkinan adanya material longsor yang masih berjatuhan, petugas kembali menutup akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dengan Kabupaten Ponorogo itu.

“Longsor susulan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB sehingga jalan tersebut kembali ditutup total. Tadi pagi proses evakuasi masih berlangsung dengan menggunakan dua ekskavator dan satu loader,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek tepatnya di KM 16 itu memang sering terjadi longsor. Oleh sebab itu, di lokasi tersebut saat ini tengah dibangun tembok penahan tebing sehingga saat terjadi longsor dikemudian hari tidak sampai menutup akses jalan yang menyebabkan arus lalin lumpuh. “Memang disitu sering terjadi longsor dan tengah dibuat penahan (longsor, red). Namun itu pengerjaannya pusat (kementerian, red) karena akses jalan jalan nasional,” kata Triadi Admono, Kabag Protokol dan Rumah Tangga, Pemkab Trenggalek.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu