Pasca Libur Panjang, Pemohon SIM Membeludak

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Pemohon surat izin mengemudi (SIM) membeludak. Peningkatan terjadi pasca dibukanya pelayanan setelah sebelumnya libur panjang Idul Fitri 1440 Hijriah sejak 30 Mei hingga 9 Juni. Diperkirakan peningkatan jumlah pemohon akan berlangsung hingga beberapa hari mendatang.

Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pemohon, Polres Trenggalek bakal menambah jumlah blangko SIM. Membeludaknya jumlah pemohon terlihat di sekitar area kantor Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) Kepolisian Resort Trenggalek, Senin (10/6).

Terlihat antrean tidak hanya mengular di ruang tunggu, namun juga sampai di luar area kantor Satpas. Terhitung sedikitnya sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB lebih dari 200 pemohon telah mengurus salah satu syarat kelengkapan berkendara itu.

“(Dan, red) jumlah itu bakal bertambah,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas, AKP Suprihanto melalui Bagian Urusan (Baur) SIM, Aiptu Ahmad Fathoni saat dikonfirmasi koranmemo.com.

Kondisi sebaliknya justru terjadi sebelum memasuki libur panjang lebaran, di saat mayoritas daerah terjadi peningkatan pemohon SIM untuk keperluan arus mudik. Rata-rata sebelum lebaran Satpas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) hanya melayani sekitar 40 pemohon. Jika dibandingkan dengan saat ini, peningkatan pemohon diperkirakan hampir menembus 60 persen dari rata-rata.

“Itu (pemohon meningkat 60 persen,red) bisa lebih, karena khusus untuk seminggu ini pendaftaran tidak kami beri batasan. Sampai jam kerja, pukul 15.00 WIB. Nanti setelah itu, yang sudah mendaftar tinggal mengikuti tahapan selanjutnya,” kata dia.

Dia menilai libur panjang melatarbelakangi membeludaknya pemohon SIM. Selain itu, sebelumnya terdapat ‘toleransi’ perpanjangan pemohon SIM yang habis saat libur. Toleransi tenggat waktu itu mulai 10 Juni hingga 18 Juni mendatang. Oleh sebab itu, pelayanan perpanjangan SIM saat ini paling mendominasi.

“Untuk mengantisipasi itu kami telah menyediakan blangko cukup. Sisa (blangko,red) kemarin masih sekitar 1.023-an. Jadi tidak sampai kehabisan, besok kami akan menambah blangko lagi,” ujarnya.

Dia menyebut saat ini perpanjangan SIM sudah bisa dilakukan secara online. Adanya pengurusan perpanjangan SIM secara digital itu dinilai lebih efektif utamanya memudahkan pelayanan kepada masyarakat, karena dapat diakses sesuai domisili pemohon. Namun perpanjangan SIM online hanya berlaku untuk SIM tertentu.

“Selain itu kami juga menyediakan klinik ujian praktik setiap Selasa dan Kamis, pelatihan secara gratis. Karena mayoritas pemohon gagal tes saat praktik mengendarai motor di tes zig-zag dan angka delapan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu