Pasca Buka Tutup, Ruas Jalan Ponorogo – Trenggalek Kembali Lumpuh

Trenggalek, koranmemo.com – Ruas Jalan Ponorogo – Trenggalek kembali diterapkan sistem buka tutup. Kondisi ini menyusul terjadinya longsor di KM 16 tepatnya di Desa Nglinggis Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek, Jumat (31/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Longsoran dari material tebing setinggi 50 meter itu bukan pertama kalinya terjadi, sejak proses pembangunan pelebaran jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dengan Kabupaten Ponorogo.

Informasi yang dihimpun jalan tersebut  saat ini sudah bisa dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup. Namun pengguna jalan dihimbau untuk tetap waspada mengingat longsor dapat terjadi sewaktu-waktu. “Sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup,” ujar Iptu Supadi, Kasubbag Humas Polres Trenggalek saat dikonfirmasi.

Bahkan dalam longsor susulan yang terjadi Sabtu (1/9) pagi, satu sopir dump truk mengalami luka serius lantaran tertimpa material longsor susulan sekitar pukul 08.00 WIB. Sopir dump truk itu diketahui adalah Sukarno (45) warga RT 04/02 Dusun Pacar Desa Nglinggis Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Dia tertimpa material longsor saat dua alat berat yang dikerahkan untuk membersihkan material tengah beraktivitas.

Korban mengalami luka dibagian kepala akibat terkena material longsor saat membantu proses evakuasi material yang menutup ruas jalan. Tragedi itu bahkan terekam kamera ponsel dan tersebar luas di media sosial (medsos). Pasca kejadian, korban langsung dilarikan ke Puskesmas di Desa Pucanganak Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Namun informasi yang diterima, saat ini korban sudah di rujuk di Rumah Sakit Dr Iskak Tulungagung.

“Benar ada korban luka dan sudah mendapatkan perawatan. Kejadian sekitar pukul 08.00 WIB,” ujar Joko Rusianto, Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek.

Hingga saat ini, jalan nasional itu sekitar pukul 15.30 WIB di tutup total pasca sebelumnya dibuat sistem buka tutup sekitar pukul 11.35 WIB. Dalam pers rilis BPBD Kabupaten Trenggalek menyebutkan Jalan Ponorogo -Trenggalek ditutup kembali karena ada pembersihan material hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Pembersihan serpihan  material menggunakan semprotan air.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date