Pasca 6 Warga Positif Covid-19, Dua Desa di Ponorogo Terapkan PSBM

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Kendati belum ada instruksi resmi dari Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Ponorogo terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro ( PSBM), namun dua desa di Kecamatan Jetis ini telah lebih dulu menerapkan PSBM di wilayahnya.

Dua desa ini, yakni Desa Kutu Kulon dan Karanggebang. Dengan menutup sejumlah akses jalan dan membatasi warga keluar masuk desa, langkah ini diklaim dapat mencegah penularan Covid 19 semakin meluas. Hal ini setelah 6 kasus positif Covid 19 terjadi di wilayah ini.

Kepala Desa Kutu Kulon Supriono mengaku, PSBM atau sering disebut lockdown ini akibat 4 warganya terkonfirmasi positif corona, bahkan salah satunya meninggal akibat Covid 19. Penutupan wilayah ini sendiri dilakukan di 5 ruas jalan perbatasan antar desa Kutu Kulon, ia mengaku selama penerapan masa isolasi wilayah ini kebutuhan sayuran dan beras warga di suplai oleh Pemerintah Desa ( Pemdes) Kutu Kulon.” Yang ditutup Lima ruas jalan perbatasan antar desa serta gang di lingkungan yang terdampak positif. Sampai tanggal 25 kita tutup,” ujarnya, Rabu (16/9).

Supriono mengungkapkan, sejumlah warga yang positif virus corona ini, akibat tertular dari kasus konfirmasi positif Covid 19 di Desa/Kecamatan Jetis yang kini telah meninggal.” Jadi tertular dari Desa Jetis yang sudah meninggal beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Karanggebang Abdul Basyid menambahkan, penerapan PSBM ( isolasi) di wilayahnya mulai diberlakukan, Selasa (15/9) sore kemarin. Dengan menempatkan petugas selama 24 jam, pihaknya melarang warga luar desa yang tidak bermasker masuk ke desanya.

” Penutupan ada 8 sampai 10 jalan, semua pintu masuk ke Karanggebang kita tutup total kecuali perbatasan desa Tegalsari, jadi yang ditutup adalah dari perbatasan Desa Mojorejo, Kradenan, Kutu Kulon, dan Jetis. Kalau ada yang masuk Desa Karanggebang tidak pakai masker kita tolak,” ujarnya,” tambahnya.

Abdul mengatakan, positif di Covid 19 di Karanggebang terjadi dua kasus, keduanya tertular dari luar desa. ” Dua orang ini tertular dari luar desa, saat ini masih isolasi, dan Insyaallah dari informasi yang saya peroleh sebentar lagi pulang,” ujarnya.

Perlu diketahui, saat ini Kabupaten Ponorogo berstatus zona oranye, setelah sempat turun ke zona kuning Agustus lalu. Sesuai data Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Ponorogo tertanggal 11 September, jumlah kasus konfirmasi positif Covid 19 di Ponorogo berjumlah 301 orang, dimana 260 orang sembuh, 11 meninggal, dan 39 orang menjalani perawatan isolasi.

Reporter Zainul Rohman
Editor Achmad Saichu