Pasangan Pengantin Harus Tes Narkoba, Ini KUA Yang Ditunjuk BNN

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Pasangan calon pengantin di Kabupaten Tulungagung harus melakukan tes anti narkoba mulai tahun ini. Sementara, hal itu baru diterapkan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungwaru sebagai percontohan. Tidak menutup kemungkinan, tes anti narkoba itu akan diterapkan di seluruh KUA Kabupaten Tulungagung.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung, AKBP Sudirman mengatakan, pelaksanaan tes anti narkoba itu menindaklanjuti memorandum of understanding (MoU) antara BNN Provinsi Jawa Timur dengan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Jatim. Tes anti narkoba mulai berlaku per tahun 2020.

“Sementara sebagai percontohan di KUA Kedungwaru dulu. Nanti jika berjalan lancar akan kita terapkan di semua KUA,” ujar Sudirman, Minggu (12/1).

Sudirman mengatakan, penunjukkan KUA Kedungwaru sebagai percontohan lantaran lokasinya dekat dengan kantor BNNK Kabupaten Tulungagung yang berada di Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru. Sedangkan tes anti narkoba harus dilakukan oleh petugas BNN. “Nantinya tes gratis, calon pasangan pengantin hanya membeli alat tesnya saja,” tambahnya.

Persoalannya adalah alat tes anti narkoba tersebut terbilang cukup mahal. Satu alatnya saja seharga Rp 150 ribu. Agar pelaksanaan bisa berjalan, Sudirman mengaku, berusaha koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung untuk membantu menyediakan alat tes tersebut.

“Kita akan mencoba mengusulkan ke pemerintah agar difasilitasi penyediaan alat itu. Nantinya seperti apa, kita belum tahu. Mungkin bisa juga dianggarkan dalam dana desa atau yang lain,” terangnya.

Lebih lanjut, Sudirman mengatakan, tes anti narkoba itu tidak akan mempengaruhi tanggal pernikahan pasangan calon pengantin. Jika ditemukan pasangan yang positif narkoba, BNN akan melakukan assessment hingga sembuh secara gratis. Sementara, hasil tes akan dilampirkan dalam persyaratan menikah.

“Tujuan kami membebaskan warga Indonesia khususnya Tulungagung dari penyalahgunaan narkoba. Jika ditemukan positif kami akan lakukan assessment dua kali seminggu di kantor hingga sembuh,” tandasnya.

Reporter Zayyin multazam sukri

Editor Achmad Saichu