Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Satpol PP di Kamar Kos

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Satpol PP Kota Kediri terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan tempat kos yang hampir merata di tiga kecamatan Kota Kediri. Beberapa tempat kos, ternyata masih rawan disalahgunakan oleh penghuni, setelah petugas kembali menjaring satu pasangan bukan suami istri di salah satu tempat kos Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Kamis (8/8) dini hari.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid mengatakan, penyalahgunaan tempat kos oleh penghuni kos masih sering ditemukan, baik saat petugas melakukan patroli, razia, maupun aduan dari masyarakat (Dumas). “Petugas kembali menyasar tempat kos, karena untuk mengantisipasi penyalahgunaan baik untuk dugaan asusila maupun yang mengarah ke tindak kriminal,” jelasnya.Dari hasil razia petugas di salah satu tempat kos di Kelurahan Singonegaran, petugas menemukan satu pasangan bukan suami istri yang berada di dalam satu ruangan kamar dengan kondisi pintu yang tertutup. Dari 15 kamar, hanya satu kamar yang penghuninya melakukan pelanggaran dan kurang memperhatikan peraturan tempat kos.

Petugas segera memeriksa identitas kedua muda-mudi tersebut, ternyata mereka memang bukan pasangan suami istri. Ini diketahui dari status di kartu identitas mereka, selain itu pasangan tersebut juga tidak dapat menunjukkan bukti yang mereka adalah pasangan yang sah, seperti buku nikah.

Akibatnya, petugas segera membawa pasangan ke kantor Satpol PP Kota Kediri untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan petugas, diketahui pasangan tersebut berinisial RDL (25) perempuan asal Dusun Baron Desa Besu Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri dan BTH (23) laki-laki asal Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem.

Setelah pemeriksaan dan pendataan selesai, petugas memberikan pembinaan kepada pasangan bukan suami istri tersebut. “Supaya tidak mengulangi perbuatannya, kami segera menghubungi pihak orang tua masing-masing. Mereka juga membuat surat pernyataan supaya tidak mengulangi perbuatannya, karena dapat mengarah ke tindak asusila,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi pelanggaran serupa, petugas kembali melakukan pemeriksaan di beberapa tempat kos di sekitar Kelurahan Singonegaran. Namun, petugas tidak menemukan pelanggaran seperti yang dilakukan oleh penghuni kos di tempat kos pertama yang dilakukan pemeriksaan.

Nur Khamid berharap, pengawasan yang dilakukan diimbangi dengan pengawasan dari pemilik kos. Karena, saat ini kepedulian masyarakat juga tinggi terhadap situasi di lingkungan tempat tinggal. Jika ada sesuatu yang dinilai melanggar atau kurang tepat dilakukan oleh penghuni kos, masyarakatsegera melaporkan kejadian tersebut.

“Selain melaporkan ke petugas seperti Satpol PP dan Kepolisian, masyarakat juga dapat melaporkan ke perangkat kelurahan. Ini menjadi langkah awal, supaya tempat kos tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang negatif,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu