Parkir Mahal, Penghuni Ruko HR Muhammad Square Mengadu DPRD Surabaya

Surabaya, koranmemo.com – Para perwakilan penyewa atau penghuni Rumah Toko (Ruko) Komplek HR. Muhammad Square merasa keberatan terkait sistem pengelolaan tempat parkir yang statusnya dikelola oleh pihak swasta. Akhirnya, mereka melakukan dengar pendapat  di ruang Komisi C DPRD Kota Surabaya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Drs. Agoeng Prasodjo, M.Si menyampaikan, tentang proses perizinan pengelolaan parkir tersebut sudah memenuhi persyaratan. Namun, hanya  terjadi miskomunikasi.

“Jadi, hanya kesalahan teknis saja tadi juga sebelumnya, sudah disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pengelolahan Parkir Dishub Kota Surabaya Wandi Fauzi telah mengantongi izin pengelolaan parkir sejak 21 Oktober 2017 yang juga dikeluarkan pihak Dishub Surabaya. Maka itu, kami sarankan agar antara manajemen ruko dan penyewa ruko untuk segera menyelesaikan dengan musyawarah. Bahkan juga berdasarkan undang-undang No. 28 tahun 2009, bahwa parkir yang berada di atas persil sendiri tarifnya 20 persen dan sedang yang berada di tempat Mall 40 persen,” terang Agoeng Politisi Fraksi Golkar saat ditemui di ruang Komisi C DPRD Kota Surabaya, Senin (28/10).

Namun, Joeharta Kalalo selaku salah satu penghuni warga Ruko HR. Muhammad Square menyebut, pihaknya menyoalkan terkait beberapa pelanggaran yang terjadi dilakukan oleh pihak pengelola ruko tersebut. Pasalnya, dengan berdasarkan sesuai yang tertuang pada Peraturan Daerah (Perda) No. 3 tahun 2018. “Kami sampaikan jelas disitu ada suatu pelanggaran yang dilanggar oleh pihak pengelola tentang pengelolaan parkir di HR Muhammad Square ini,” cetus Joeharta saat diwawancarai awak media.Selanjutnya, kata Joeharta pihaknya pun merasa keberatan terkait tarif yang diberlakukan pihak manajemen pengelola parkir. Karena, setiap pengunjung dikenakan tarif normal, meski hanya dalam waktu singkat.

“Mereka pengunjung kan, kasihan jika misalkan kalau ada yang cuma mengantar barang, kemudian penarikan tarif harga normal yang nominal parkir per roda dua Rp 3000, dan per roda empat Rp 5000 sekali masuk parkir, sedangkan untuk tarif parkir berlangganan per bulannya Rp 85 ribu, coba bayangkan. Hingga kami berharap, agar direncanakan yang matang, kan disitu sudah jelas pada Perda yang secara otomatis parkir lebih tertata,” tuturnya.

Sementara, pengelola parkir HR Muhammad Square, Titus mengatakan pihaknya sudah ada target dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya yang meminta tarikan setoran tiap bulannya sebesar Rp 5 juta, sehingga pihaknya memberlakukan mesin parkir.

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date