Panwaslu Segera Periksa Pejabat Terlibat Kampanye Capres Jokowi

Share this :
Sejumlah pejabat pemkab Nganjuk yang terlibat kampanye Capres Jokowi di pasar bawang merah sukomoro
Sejumlah pejabat pemkab Nganjuk yang terlibat kampanye Capres Jokowi di pasar bawang merah sukomoro

*Kantongi Foto dan Rekaman Video Camat serta Kepala Sekolah

Nganjuk, Memo- Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Nganjuk tidak akan tinggal diam terkait kasus keterlibatan sejumlah pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam kampanye calon presiden (Capres) Jokowi di Pasar Sentra Bawang Merah Sukomoro, Sabtu (28/6) kemarin. Bahkan Panwas telah mengumpulkan bukti kuat keterlibatan sejumlah pejabat PNS di lingkungan Pemkab Nganjuk tersebut.

Anggota Panwaslu Kabupaten Nganjuk, Abdul Syukur menyampaikan, saat pelaksanaan kampanye di Pasar Sukomoro Sabtu lalu, pihaknya memang berada di lokasi acara. Kendati demikian, anggota Panwaslu Nganjuk memang tidak bisa seketika itu untuk menindak PNS pelanggar disiplin.

Menurutnya, masih dibutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti kuat ditindaklanjuti. “Tim Panwaslu butuh waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti, sebelum kemudian memprosesnya,” tegasnya.

Saat itu, Panwaslu telah mendapatkan beberapa petunjuk penting terkait dugaan keterlibatan beberapa PNS pada kampanye Capres Jokowi. Bukti-buktinya antara lain berupa foto dan video selama acara berlangsung.

Dari sekitar belasan orang PNS yang ada di arena kampanye saat itu, Syukur menyebut ada dua PNS yang terindikasi kuat berkampanye. Masing-masing yakni Harianto, Camat Rejoso dan Suyono, Kepala SMPN 1 Tanjunganom. “Bukti gambar dan saksi-saksi sudah menguatkan,” kata dia.

Untuk Camat Rejoso, Panwaslu mendapatkan gambar dan foto keterlibatannya saat naik panggung kampanye, sambil berkali-kali memberi isyarat salam dua jari. Lantas, si camat juga beberapa kali melontarkan ajakan untuk mencoblos salah satu Capres menggunakan pengeras suara di hadapan ribuan massa yang memadati arena kampanye Sabtu siang itu.

Awalnya camat hanya diminta menyanyi, lalu ikut aktif berkampanye. “Kalau sudah naik panggung, apalagi mengarahkan massa untuk memilih salah satu calon presiden, itu sudah memenuhi unsur pelanggaran,” ujarnya.

Berbeda dengan Camat Rejoso, PNS yang juga seorang kepala SMP Negeri Tanjunganom ini memang tidak ikut naik panggung. Namun dia datang ke lokasi kampanye bersama anak dan istrinya, dengan mengenakan atribut lengkap Capres Jokowi.

Ketika disapa, si kepala sekolah berdalih hanya mengantar keluarga yang ingin bertemu langsung dengan Jokowi. Manurut Syukur, Panwaslu sudah mengagendakan jadwal pemanggilan kedua PNS itu, Rabu siang, (02/7).

Keduanya akan dipanggil secara bergantian, untuk diperiksa dan dimintai keterangan terkait maksud keikutsertaan dalam kampanye politik. “Pasti kami panggil,” ujar Syukur.

Syukur menambahkan larangan PNS untuk ikut kampanye pilpres termasuk sanksinya sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Pasal angka ke 12 pasal 4 disebutkan, PNS dilarang memberikan dukungan kepada calonPresiden/Wakil Presiden dengan cara ikut sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan atribut partai atau atribut PNS, mengarahkan PNS lain atau menggunakan fasilitas negara untuk kampanye. “Keputusannya menunggu hasil pleno nanti, setelah pemeriksaan,” imbuh Syukur.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Ghozali Efandi mengaku menghormati rencana Panwaslu memanggil dan memeriksa sejumlah PNS yang ikut aktif berkampanye untuk salah satu capres di Pasar Sukomoro Sabtu lalu. Dia hanya mengaku sepakat dengan aturan bahwa PNS harus netral dan tidak boleh ikut kampanye politik. “Saya akan segera koordinasi dengan Panwaslu, untuk mengetahui detail masalahnya,” ujarnya.

Selebihnya, sebelum ada kepastian pelanggaran disiplin PNS, Ghozali menyebut semuanya masih sebatas dugaan. Ghozali sendiri juga ada di lokasi saat acara berlangsung. Dia mendampingi Bupati Nganjuk Taufiqurrahman yang juga Ketua DPC PDIP Nganjuk. Sambil membawa kamera , dia hanya mengaku mengikuti bupati di lokasi pasar. “Hanya jaga-jaga, kalau ada yang perlu didokumentasikan,” kata Ghozali (gus)

Follow Untuk Berita Up to Date