Panglima TNI Kunjungi Pesantren Tebuireng

Jombang, koranmemo.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengunjungi Pesantren Tebuireng di Desa Cukir Kecamatan Diwek, Kamis (20/6). Salah satu agenda kunjungan yakni Panglima TNI bersilaturahmi dengan kalangan alim ulama di Jawa Timur.

Dari pantauan wartawan, rombongan panglima tiba di Tebuireng sekitar pukul 14.00 WIB. Setibanya, rombongan disambut oleh pengasuh Tebuireng KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah. Selanjutnya, Panglima TNI dan Gus Solah memasuki dalem kasepuhan. Setelahnya, Panglima TNI bersama rombongan dan Gus Solah menuju ke tempat acara di Aula Lantai III Gedung KH. M. Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng.

Dalam kesempatannya, Gus Solah juga menjelaskan bahwa kedatangan Panglima TNI ini merupakan undangan darinya untuk menyampaikan perkembangan atas kerusuhan yang terjadi di Kantor Bawaslu RI di Jakarta, pada 22 Mei 2019 lalu.

“Kita mengundang panglima TNI untuk menyampaikan perkembangan atas kejadian 21-22 Mei kemarin,” kata Gus Solah.

Pada kesempatan yang sama, Marsekal Hadi Tjahjanto menerangkan soal aksi 21-22 Mei 2019 di depan kantor Bawaslu RI, mulai awal persiapan pasukan hingga selesainya aksi yang berujung bentrok tersebut.

Selain itu, Panglima TNI juga menjamin pada sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak lagi ada keributan atau bentrokan lagi seperti pada saat penetapan hasil pemilihan umum lalu.”Prediksi saya semakin kondusif,” ujar Panglima TNI.

Panglima TNI lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987 ini juga menyebut jika pihak TNI akan menyiagakan 14 ribuan personel untuk untuk berjaga-jaga jelang putusan MK terkait PHPU.

“Belasan ribu personel ini akan disiagakan di sejumlah titik, seperti Bawaslu, KPU dan MK sendiri, istana negara dan gedung DPR/MPR,” tutupnya.

Sementara, dalam kunjungannya di pesantren yang ada di Desa Cukir Kecamatan Diwek tersebut, Panglima TNI juga melakukan ziarah ke makam Hadratus syaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim serta Presiden ke – 4 RI KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date