Panen Jagung, Buruh Tak Minta Upah

Share this :
Kediri, koranmemo.com – Lahan sawah yang ada di Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto Kediri, petani memanfaatkan untuk menanam jagung dan padi. Beberapa petani mulai memanen jagung, namun para buruh justru lebih memilih membawa pulang batang jagung dari pada diberi upah. Karena, lahan panen hanya seluas 1,25 hektare dan belum musim panen raya.

Salah satu buruh panen, Marlina (47) mengaku pekerjaan memotong batang dan memisahkan jagung dari batangnya tidak meminta upah, beberapa buruh lainnya juga mengutarakn hal yang sama. “Kalau seperti ini tidak ada upah, karena lahannya juga sedikit. Lainnya membawa pulang batang jagung yang belum kering untuk pakan ternak,” ujarnya, Rabu (25/9).

Hal senada juga diutarakan Katiran (50) buruh lainnya, dia dan beberapa orang lainnya mengambil batang jagung untuk keperluan pakan ternak (sapi). Karena, di sekitar tempat tinggalnya sudah tidak ada batang jagung yang msih basah, semua batang jagung sudah mengering.

Jika ingin mencari rumput, Katiran harus mencari ke lahan atau hutan mengingat tempat tinggalnya berada di Desa Selopanggung Kabupaten Kediri. “Untuk pakan ternak, kalau bisa ya masih basah. Batang jagung kering tidak ada nutrisi yang diserap sapi, makanya batang jagung ini saya bawa pulang,” ucapnya.

Sementara itu, Sukidi (51) pemborong, biasanya memberikan upah buruh panen tiap orang Rp 56.000 untuk seperempat hektare lahan. Jika lahan semakin luas, maka upah yang diterima juga semakin besar. “Rata-rata per seperempat hektare itu perlu Rp 450.000 untuk 8 orang. Nanti tinggal menghitung berapa luas lahannya,” tuturnya.

Untuk saat ini, harga jagung masih cukup stabil, meskipun bisa dibilang selalu berubah, tapi hanya berkisar antara Rp 600 per kilogram. Harga jagung yang sudah dipanen dan dalam bentuk biji, dijual dengan harga Rp 4.000 per kilogram, sedangkan harga jagung dengan bonggol (glondongan) dijual antara Rp 1.900 sampai Rp 2.500 per kilogram tergantung ukuran jagung.

Wanto (53) petani lainnya mengatakan, jika ada pemborong yang membeli jagung saat panen seperti ini, dengan luas lahan sekitar 1,25 hektar pemborong membeli jagung Rp 17,5 juta. “Untuk lahan tanam di sini, rata-rata hasilnya 5 sampai 6 ton jagung per hektare, ini masih glondongan. Dari tahun lalu harganya masih stabil,” katanya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor :  Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date