Panen Buah Pucung, Bablas ke Akhirat

Trenggalek, Koranmemo.com – Nasib sial menimpa seorang kakek asal Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Wodi (83), seorang petani yang tinggal di RT 28/RW 09 Desa Karangrejo tewas setelah terpeleset dari pohon pucung. Dia tewas setiba di rumah pasca ditolong oleh warga sekitar.

Peristiwa memilukan itu terjadi saat dia bersama Sumarni (53) dan Lusmiati (36) memanen buah pucung bersama anak dan cucunya, Selasa (16/4). Saat itu mereka menuju lokasi sekitar pukul 07.30 WIB. “Mereka menuju ke ladang dengan tujuan untuk memanen buah pucung miliknya,” kata Iptu Anwar, Kapolsek Kampak ketika dikonfirmasi.

Setiba di lokasi, korban langsung memanjat pohon pucung untuk memanen buahnya. Ketika itu korban memetik buah dengan menggunakan kayu pengait atau getek. “Korban memetik buah dengan menggunakan kayu pengait (getek) dengan ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan tanah yang kondisinya banyak bebatuan,” imbuhnya.

Saat proses memanen belum rampung, tiba-tiba kayu pengait yang digunakan jatuh dan tersangkut di ranting pohon. Korban bermaksud mengambil namun justru terjatuh.”Pada saat mengambil pengait korban terpeleset sehingga korban terjatuh dan kepalanya membentur bebatuan yang berada di bawah pohon tersebut,” jelasnya.

Akibat kejadian itu korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan, karena membentur bebatuan. Anak dan cucu korban yang mengetahui Wodi terjatuh segera memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak terselamatkan. Saat ini korban telah dimakamkan pihak keluarga.

“Karena jarak antara ladang dan rumah korban atau tempat medis jauh sesampainya di rumah nyawa korban tidak dapat diselamatkan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date