Pandangan Umum Delapan Fraksi Atas Raperda Tentang APBD Tahun Anggaran 2018

Kediri, Koranmemo.com-Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPDB) tahun anggaran 2018 mendapatkan berbagai kritikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri.  Hal tersebut diungkapkan kalangan legislatif dari delapan fraksi ini pada agenda pandangan umum fraksi di kantor DPRD Kota Kediri, Rabu (15/11).

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Kediri, Kholifi Yunon dan dihadiri 20 anggota DPRD Kota Kediri serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.

Seperti yang diungkapkan Harijanto, juru bicara fraksi PDI-P Kota Kediri yang menyinggung tentang dunia pendidikan, pembangunan Pasar Setono Betek, dan kelanjutan pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri.

Wakil rakyat dari Komisi A DPRD Kota Kediri ini mempertanyakan tentang beberapa objek vital di Kota Kediri yang fungsinya dapat dirasakan masyarakat Kediri secara menyeluruh. “Demikian pandangan umum kami dari fraksi PDI-P Kota Kediri,” ucapnya dalam paripurna.

Dari delapan fraksi di DPRD Kota Kediri mayoritas mempertanyakan tentang kelanjutan pembangunan mega proyek Pemkot Kediri. Kalangan wakil rakyat ini mendorong Pemkot Kediri agar segera merealisasikan pembangunan mega proyek Pemkot Kediri yang sempat terhenti karena tersandung hukum.

Selain itu, kalangan legislatif ini juga mendorong operasional mega proyek Pemkot Kediri dapat berjalan dengan maksimal pasca dibangun. “Semisal mekanisme hibah Politeknik, peningkatan manajemen dan pelayanan RSUD Gambiran, dan lain sebagainya,” ujar  Nurudin Hasan dari Fraksi PKB Kota Kediri.

Selain kritikan terhadap pembangunan mega proyek Pemkot Kediri, mereka juga menyoroti tentang langkah dan upaya Pemkot Kediri untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Kediri. Antisipasi Pemkot Kediri dalam mengatasi peningkatan volume kendaraan di Kota Kediri juga tak lepas dari sorotan kalangan legislatif.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, untuk meningkatkan PAD Kota Kediri pihaknya akan mengoptimalkan kekayaan daerah dan melakukan investasi atau penyertaan modal pada BUMD yang profit oriented. Selain itu peningkatan pajak, penagih pajak, validasi atas kesesuian data administrasi dengan data lapangan, dan evaluasi terhadap komponen komponen yang mempengaruhi besaran pajak terutang.

“Itu sebagian langkah-langkah Pemkot Kediri untuk meningkatkan pendapatan dari sektor di luar pendapatan rumah sakit,” ujar Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri.

Kholifi Yunon, Ketua DPRD Kota Kediri mengatakan, agar mengkaji jawaban yang disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar untuk kemudian disampaikan dalam pemandangan akhir fraksi-fraksi yang akan disampaikan dalam paripurna, Kamis (16/11).

“Kami harap saudara sekalian untuk mencermati jawaban yang disampaikan wali kota atas pemandangan umum delapan fraksi ini untuk kemudian disampaikan dalam pandangan akhir dalam rapat paripurna besok,” pungkasnya. (adv/DPRD Kota)

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.