Palsukan STNK Untuk Kelabui Polisi

Jombang, koranmemo.com-Ada-ada saja ulah Puji Sutrisno (45), warga Dusun Sekaru Desa Sukopinggir Kecamatan Gudo ini. Dia nekat memalsukan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) 3 unit mobil untuk mengelabui polisi dan finance (bank pembiayaan). Walhasil atas ulahnya dia dibekuk petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang, Senin (16/4).

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi menjelaskan, terungkapnya kasus ini bermula dari dari laporan masyarakat berkaitan  dengan dugaan adanya warga di Dusun Sekaru Desa Sukopinggir Kecamatan Gudo, yang merentalkan mobil diduga menggunakan STNK palsu, Senin (2/4) lalu.

Berdasarkan informasi ini, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Pada Senin (16/4) sekitar pukul 13.00 WIB, pihak satreskrim berkoordinasi dengan petugas satlantas untuk mengecek mobil jenis Daihatsu Xenia yang dicurigai menggunakan STNK palsu. Setelah dicek di Samsat setempat, ternyata benar adanya.

“Mobil ini sedang dirental orang. Nah dari sini akhirnya terungkap siapa yang menyewakan hingga akhirnya berhasil membekuk Puji serta berhasil mengamankan dua mobil lainnya,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi kepada koranmemo.com, Jumat (20/4) malam

Kemudian, lanjut Gatot, polisi membawa Puji ke Mapolres Jombang untuk menjalani pemeriksaan mendalam. Hasil pemeriksaan, diketahui jika tersangka meminta bantuan seorang perempuan berinisal MLD dan seorang laki-laku berinisial BLG yang saat ini keduanya masih buron.

“Untuk mengganti jasa pembuatan STNK palsu tersebut, Puji mengeluarkan biaya sebesar Rp 2 juta setiap STNK yang dipesannya. MLD dan BLG saat ini masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang),” ungkap Gatot.

Masih menurut Gatot, motif tersangka memalsukan STNK sendiri untuk mengelabui polisi dan pihak finance  terhadap 3 mobil yang status kepemilikannya sendiri tidak begitu jelas.

“Dia menerima gadai mobil-mobil yang belum jelas asal usulnya. Kemudian untuk mengelabui supaya pelaku tidak terdeteksi bahwa mobil yang diterimanya mobil yang tidak benar maka akhirnya dia menyuruh orang membuat STNK palsu,” bebernya.

Sementara, cara memalsukan STNK sendiri tergolong unik. Pasalnya, bahan yang digunakannya merupakan STNK asli dan juga menggunakan lilin sebagai bahan pendukung pemalsuan STNK.

“Ini caranya, bahannya menggunakan STNK asli tapi ditutup tulisannya dengan lapisan lilin kemudian diketik ulang dengan data kendaraan lain,” tandas Gatot.

Sejauh ini, polisi mengamankan barang bukti 3 unit mobil, yakni Daihatsu Xenia, Toyota Avanza serta Suzuki Splash yang STNKnya telah dipalsukan. “Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan Pasal 263 (2) KUHP tentang tindak pidana pemalsuan dokumen,” pungkas Gatot.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date