Pabrik Kerupuk Terbakar, Puluhan Karyawan Semburat

Nganjuk, koranmemo.com – Pabrik krupuk milik  Rumiani (45) di Dusun/Desa Kedungombo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, Kamis (12/9) sekitar pukul 17.00 WIB, terbakar. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditafsir mencapai ratusan juta rupiah.

Kejadian berawal saat pemilik pabrik kerupuk melihat ada kepulan asap disertai api dari serok di atas penggorengan. Seketika dia mengambil alat pemadam kebakaran (fire extinguer) dan menyemprotkan pada arah api. Namun api bukannya padam, akan tetapi malah makin membesar.

“Saat menyemprot alat pemadam, di sekitar tungku ada bahan bakar sekam dan kayu yang cepat terbakar sehingga ikut terbakar. Api semakin membesar dan membakar atap,” kata AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk saat dikonfirmasi.

Melihat api membakar atap pabriknya, Rumiani meminta tolong tetangga untuk memanggil mobil pemadam kebakaran dan melapor ke Polsek Warujayeng. Tak lama berselang mobil kloneng tiba bersama piket SPKT dan Unit Reskrim Polsek Warujayeng.

“Ada dua unit mobil pemadam kebakaran yang berusaha menjinakkan apa. Sampai pukul 18.00 WIB, petugas masih berusaha memadamkan api,” ujar Sudarman.

Diketahui, pabrik kerupuk milik Rumiati ini memiliki 15 karyawan. Mereka bekerja mulai pukul 08.00 WIB hingga puku 15.00 WIB. Saat kejadian, para karyawan masih bekerja hingga pada semburat kabur. “Pabrik ini punya 4 mesin pencetak krupuk yang harganya satu mesin Rp 40 juta, serta 2 tungku besar penggorengan,” jelas Sudarman.

Reporter Muji Hartono

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date