Pabrik Alat Olahraga PT GWI di Madiun Belum Kantongi IMB

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Izin pembangunan pabrik alat olah raga oleh PT Global Way Indonesia (PT GWI) di Desa Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun belum lengkap. Sebab, belum mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Hal itu dibenarkan Kabid Penyelenggaraan Perijinan dan Non perijinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Madiun Alviantoro.

“PT GWI pada dasarnya izin terakhir yang tinggal mereka cukupi adalah IMB belakang yang bagian perluasan,” kata Alviantoro, Jum’at (15/5).

Pabrik itu memiliki luas lahan 5.000 m². Untuk IMB bangunan bagian depan dengan luas 4.000m² sudah tidak ada masalah.

Sedangkan yang belum dipenuhi yakni, IMB untuk bagian perluasan di belakang dengan luas sekitar 1.000m².  “Itu merupakan tambahan, dan baru diajukan dalam proses IMB melalui online simbg.pu.co.id,” jelasnya.

Terkait penggunaan, pihak DPMPTSP mengaku belum mengetahui dan akan diketahui dari verifikasi pengajuan dan upload dari semua persyaratan yang masuk ke SIMBG. “Kita belum bisa ngecek selama berkas belum masuk ke sistem verifikasi,” ujarnya.

Disinggung mengenai perizinan bersyarat yang ada pada PT GWI, kata Alviantoro berada pada Dinas Lingkungan Hidup selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang mengeluarkan rekomendasi teknis untuk menerbitkan perijinan.

“Karena jika DLH sudah mengeluarkan rekomendasi teknis kita tidak bisa menolak atau membatalkan ijin yang diajukan pemohon,” tuturnya.

Dijelaskan, pada dasarnya DPMPTSP hanya sebagai OPD muara bukan yang mengeluarkan rekomendasi teknis, sebagai muara dari OPD yang mengeluarkan rekomendasi teknis ke DPMPTSP. Ketika salah satu OPD teknis tidak mengeluarkan rekomendasi teknis berarti ijin apapun itu tidak bisa dikeluarkan.

“Selama OPD terkait menerbitkan rekomendasi akan kita terbitkan izin tetapi jika OPD tidak mengeluarkan rekimendasi teknis maka kami juga tidak akan memproses ijin tersebut,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan pabrik PT GWI sempat mendapat protes warga, karena pemukiman dan areal sawah sering terendam banjir.

Sejumlah warga terdampak yakni di  Desa Ngampel Kecamatan Mejayan, Desa Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng dan Desa Bajulan Kecamatan Saradan. Warga menuntut perbaikan infrastruktur saluran irigasi juga tak kunjung realisasi. Hingga dilakukan mediasi dua kali, terkahir pada Kamis (14/5).

Reporter  Juremi

Editor Achmad Saichu