Ortu Bayi “Tertukar” Gugat RSUD Nganjuk Rp 5 M

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Feri Sujarwo (29), ayah dari bayi yang tertukar, resmi mendaftarkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk, Senin (7/9). Dalam gugatan yang dilayangkan tersebut, Feri melalui tim kuasa hukumnya, Prayogo Laksono dan Eryk Andikha Permana, menggugat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nganjuk sebesar Rp 5.017.100.000.

Prayogo mengatakan, gugatan tersebut diajukan setelah mereka mendapatkan jawaban somasi yang mereka layangkan ke RSUD Kabupaten Nganjuk. Dalam somasi tersebut sudah ada pengakuan dari pihak RSUD bahwa terjadi kesalahan pemberian gelang jenis kelamin kepada anak mereka. Gugatan itu terdaftar dengan nomor perkara: 36/Ph.6/2020/PN NJK.

“Setelah mempertimbangkan kerugian material dan nonmaterial yang klien kami terima, akhirnya kami memutuskan mendaftarkan gugatan tersebut,” ujar Prayogo.

Sementara, Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pihak pemkab segera mempelajari materi gugatan perdata yang dilayangkan kuasa hukum Feri ke PN Nganjuk.

“Nanti kita lihat substansi gugatannya, itu haknya (Feri), dan kita juga punya hak jawab dan hak gugat balik,” kata Marhaen.

Untuk diketahui, kasus bayi tertukar ini bermula dari  kelahiran anak kedua Feri dan istrinya, Arum Rusalina (29) pada 18 Agustus lalu.  Karena anak itu lahir prematur, dia harus langsung masuk inkubator sebelum sempat dilihat oleh Feri dan Arum.  Bidan yang membantu proses kelahiran (TR), kemudian memberikan informasi jika anak Feri dan Arum berjenis kelamin perempuan.

Baca Juga: KPU Ngawi Perpanjang Pendaftaran Calon Bupati

Baca Juga: Penemuan Kerangka Diduga Kepala Macan Tutul

Setelah itu Feri segera mengurus KK dan akte kelahiran anak “perempuan”-nya yang diberi nama Ayra Shirly Alnaira.  Namun sayang, 11 hari kemudian, anak itu dinyatakan meninggal dunia.  Ketika Feri mengambil jenazahnya di rumah sakit, anak yang awalnya dikabarkan kepadanya perempuan tersebut ternyata adalah laki-laki.

Kemudian Feri mengambil langkah dengan menggugat RSUD Nganjuk yang menjadi tempat lahir anaknya yang berubah jenis kelamin, dan menggugat bidan yang mengurus persalinan.

Reporter: Inna Dewi Fatimah/Andik Sukaca

Editor: Della Cahaya