Ops. Patuh Semeru 2019, Ditlantas Polda Jatim Tindak Tegas Pelanggar

Share this :

Surabaya, koranmemo.com – Operasi Patuh Semeru 2019 yang dilaksanakan Polda Jawa Timur selama 14 hari, ini telah selesai. Operasi yang bertujuan agar tercipta Keamanan Keselamatan dan Ketertiban Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) itu telah menindak puluhan ribu pelanggar.

Ops patuh dilaksanakan mulai tanggal 29 Agustus, hingga 11 September 2019. “Jadi, dengan adanya Operasi Patuh Semeru ini masyarakat awalnya berhati-hati, karena takut adanya petugas sedang melaksanakan operasi, namun setelah tidak lagi dilaksanakan Operasi Patuh Semeru tetap melanggar, kami rasa janganlah, kedepankan menjaga Kamseltibcar Lantas menjadi sebuah kebutuhan karena, kalau bukan dari kita siapa lagi. Misal, kita sudah tertib, tapi orang lain belum tertib tentunya sangat membahayakan diri kita sendiri,” kata Dirlantas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Budi Indra Dermawan, S.I.K., M.M., melalui Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Jawa Timur, Kompol Dwi Sumrahadi R., S.H., S.I.K., M.H., Rabu (11/9/2019).Masih kata Perwira lulusan Akpol 2003 menyampaikan, Operasi Patuh Semeru ini merupakan kegiatan preventifnya, yaitu kegiatan Dikmas Lantas (Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas), penyuluhan, pengaturan, penjagaan, dan pengawalan. “Sedangkan Represif ini merupakan penegakan hukum berupa tindakan tilang, ataupun berupa teguran,” ujar Kompol Dwi Sumrahadi R., S.H., S.I.K., M.H. kepada koranmemo.com saat ditemui di ruang kerjanya.

Disampaikan Kompol Dwi, untuk kegiatan Represif sendiri sampai dengan H-1 kemarin, jumlah tilang mengalami kenaikan signifikan dari pada hari sebelumnya yang diluar pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2019 yaitu, jumlah ada sebanyak 18.548 pelanggar berupa tilang dan teguran.

Sedangkan untuk jumlah sanksi tilang sebanyak 159.465 pelanggar, dan sisanya 21.803 berupa teguran. “Hal ini memang lebih banyak tilang di bandingkan dengan teguran,” bebernya kepada media ini.

Selanjutnya, Kompol Dwi menuturkan tindakan sanksi tilang menjadi sasaran seleksi prioritas, serta yang sudah pernah dikampanyekan melalui media sosial (medsos) baik segi penggunaan helm standart (SNI), melawan arus, penggunaan sabuk pengaman (Safety Belt), dan pengemudi yang masih di bawah umur, serta pengemudi menggunakan handphone, pengaruh minuman keras atau alkohol, hingga penggunaan sirine dan rotator lampu yang bukan peruntukan ada 8 sasaran. “Terakhir melebihi kecepatan yang kerap terjadi di jalan tol daerah Jawa Timur dengan batas kecepatan 60 sampai 100 Kilometer/Per-jam. Bahkan, itu menyalahi aturan, karena sangat membahayakan pengendara yang berada dibelakang serta juga itu merupakan segi pelanggaran dengan ketentuan penindakan tilang,” jelasnya mantan Kasatlantas Polres Kabupaten Malang.

Dia mengungkapkan, segi kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) sampai H-1 pada Selasa kemarin, yaitu jumlahnya mencapai 279 Laka Lantas se-Jawa Timur, sedangkan pada jumlah 44 ini mengalami Laka meninggal dunia (MD), dan sebanyak 22 diantaranya luka berat, hingga 345 luka ringan. “Kalau secara kuantitas pada tahun sebelumnya mengalami penurunan sampai 54 persen, semoga ini adalah, hasil jerih payah dari pada pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2019 dengan semakin banyaknya penindakan pelanggaran mungkin, angka kecelakaan bisa menurun. Kemudian, segi kualitas keseluruhan tersebut rata-rata menurun di sekisaran mencapai 60 persen,” imbuhnya.

Kompol Dwi menambahkan, tentang pelanggaran di Jalan Tol secara merubah atau memodifikasi angka pada plat nomor kendaraan tersebut tidak sesuai dengan spektek dan memenuhi dari pada sasaran Operasi Patuh Semeru 2019, tetapi kalau memang benar kiranya ada pelanggaran dengan tampak kasat mata tetap pihak petugas menindak tegas tilang. “Sasaran utama kita pada jalan tol yakni, Over Speed, karena hasilnya kebanyakan para pengemudi ini sering kali mengantuk dan ban pecah,” ulasnya.

Maka dari itu, Ia menyebutkan Jajaran Sat PJR Polda Jatim tetap melakukan pengontrolan hunting pada kendaraan yang Over Speed. Bahkan, untuk Satgas Ditlantas Polda Jatim memberikan sanksi sebanyak 4.165 sanksi tilang. “

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu