Operasi Zebra 2018 Tekan Angka Kecelakaan 

Bojonegoro, koranmemo.comOperasi Zebra 2018 di wilayah Polres Bojonegoro yang berlangsung selama 14 hari mulai dari tanggal 30 Oktober hingga 12 Nopember,  berhasil menekan angka kecelakaan. Selama operasi petugas telah menilang 2.468 pelanggar.

Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto mengatakan,   potensi laka lantas dan pelanggaran lalu lintas cenderung menurun dari pada tahun 2017. Hal terkait penurunan tersebut terlihat dari hasil data anev pelaksanaan Operasi Zebra 2018 dengan Operasi Zebra 2017.

Menurutnya, dari data anev Operasi Zebra, potensi adanya kecelakaan lalu lintas cenderung menurun yaitu tahun 2018 hanya terdapat 1 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan korban 1 luka ringan dan kerugian material Rp 500.000.

Sedangkan untuk tahun 2017 terdapat 35 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan rincian 4 korban meninggal dunia, 2 korban luka berat dan 47 luka ringan serta Kerugian matrial Rp 24.465.000. ” Untuk tahun 2018, tercatat hanya terjadi 1 kejadian laka lantas dan hanya ada 1 korban luka ringan,” ungkap Kasat Lantas. ( 15/11)

Kasat Lantas menambahkan untuk pelanggaran aturan lalu lintas, selama pelaksanaan Operasi Zebra 2018 anggota telah memberi sanksi tilang sebanyak 2.468 perkara, dan 150 diberikan teguran, sedangkan untuk tahun 2017 telah memberikan sanksi tilang sebanyak 3.176 perkara, dan 229 diberikan teguran.

Sementara itu, dijelaskan untuk pengguna kendaraan roda dua jenis pelanggaran seperti melanggar marka rambu, tidak membawa surat berkendara dan kelengkapan berkendara masih mendominasi pelanggaran tertinggi dalam pelaksanaan Operasi Zebra 2018, yaitu sebanyak 1.067 perkara dan disusul dengan pengendara di bawah umur sebanyak 971 perkara.

Untuk pelanggaran tidak menggunakan helm berstandar SNI kata Kasat Lantas  dengan kejadian sebanyak 89 perkara dan yang paling sedikit pelanggaran arus lalu lintas sebanyak 77 perkara.

” Untuk pengendara roda empat tidak menggunakan safety belt masih mendominasi dengan pelanggar sebanyak 204 perkara dan disusul dengan pelanggaran marka rambu serta tidak membawa surat berkendara sebanyak 48 perkara. Sedangkan untuk pengendara yang melawan arus terdapat 14 perkara,” jelasnya.

Reporter Eka Rahmawadi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date