Operasi Yustisi di Kota Kediri, Minggu Depan Berlakukan Denda Maksimal

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Operasi yustisi kembali dilaksanakan di Jalan PK Bangsa Kota Kediri, Rabu (16/9). Personel gabungan yang terdiri dari Polresta Kediri bersama personel Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri serta Kodim 0809/Kediri, memeriksa para pengguna jalan yang melintas.

Menurut Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana, pelaksanaan operasi yustisi ini sebagai lanjutan operasi yang dilaksanakan pada Selasa (15/9). Namun ada yang berbeda dengan operasi yang dilaksanakan sebelumnya, kali ini para pelanggar tidak mengikuti sidang di tempat.

“Untuk sasarannya adalah para pengguna jalan yang melintas di Jalan PK Bangsa. Mereka yang melanggar, akan menjalani sidang pada minggu depan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri,” ujarnya.

Selain operasi yustisi, kata AKBP Miko, personel juga memberikan sosialisasi terkait Perda Nomor 2 Tahun 2020, maupun Perwali Kediri Nomor 32 Tahun 2020.

Mulai Senin (21/9), lanjutnya, personel gabungan akan memberikan sanksi tegas bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. “Tentunya yang pertama adalah denda, maupun penutupan tempat usaha,” tegasnya.

AKBP Miko menegaskan, tindakan ini dilakukan mengingat para pelaku usaha sudah mendapatkan sosialisasi oleh personel gabungan, baik TNI-Polri, BPBD, dan Satpol PP. “Penindakan akan dilakukan oleh Satgas Covid-19 dan Satpol PP Kota Kediri,” tegasnya.

AKBP Miko menjelaskan, mengenai sanksi denda yang diberikan pada para pelanggar, antara satu dengan lainnya tidak sama. Denda diberikan sesuai dengan jenis pelanggarannya.

“Kalau denda, nanti hakim yang memutuskan saat persidangan. Denda maksimal yang diberikan pada Perda Nomor 2 Tahun 2020, untuk perorangan sebesar Rp 250.000,” jelasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu