Operasi Yustisi di Caruban, 18 Pelanggar Kena Sanksi Denda hingga Sosial

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Sebanyak 18 orang terjaring Operasi Yustisi di Jalan Panglima Sudirman, Caruban, Kabupaten Madiun, Rabu (16/9). Belasan orang tersebut ditindak petugas lantaran tidak memakai masker.

Bupati Madiun Ahmad Dawami menyaksikan langsung kegiatan operasi patuh protokol kesehatan.

Para pelanggar mayoritas sopir luar kota itu langsung menjalani sidang di tempat. Sebanyak 13 orang dikenai sanksi administrasi senilai Rp 50.000 dan lima orang lainnya menjalani sanksi sosial seperti menyapu area Taman Kota atau menyemprotkan desinfektan.

“Sanksi bermacam-macam yang ditentukan oleh hakim  dari Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun melaksanakan sidang di tempat, ada yang dikenai sanksi sosial ada juga sanksi administrasi,” ungkap Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Bupati menilai kesadaran masyarakat Kabupaten Madiun mulai tinggi. Sebab, jumlah pelanggar relatif minim.

Namun, operasi yang serupa akan terus dilakukan bersama dengan jajaran Forkopimda dalam rangka pendisiplinan kepada masyarakat.

Baca Juga: Komisi II DPRD Trenggalek Evaluasi Kinerja BUMD

“Semua kita hentikan, meskipun di dalam mobil kita hentikan bukan hanya sepeda motor saja, yang dari luar kota lewat dihentikan juga. Rata-rata yang dari luar kota juga banyak yang masuk di Kabupaten Madiun,” bebernya.

Bupati pun menekankan untuk semua orang yang masuk wilayah Kabupaten Madiun baik dari dalam maupun luar daerah harus menggunakan masker dan disiplin protokol kesehatan.

Baca Juga: Gara-Gara Bakar Sampah, Lahan Aset Pemkab Ngawi Terbakar

Baca Juga: Jemaah Masjid Gempar, Sosok Mayat Terkapar di Jalan

Tak hanya masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) juga ditekankan untuk selalu tertib bermasker.

“Saat ini posisi paling rendah se Jawa Timur, tapi selalu saya tekankan kita tidak boleh puas karena Covid-19 belum dinyatakan berhenti artinya seluruh protokol kesehatan Covid-19 harus tertib,” tandasnya.

Reporter: Juremi

Editor: Della Cahaya